Sabtu, 15 Agustus 2015

Pengertian Erosi Parit (Gully Erosion)

| Sabtu, 15 Agustus 2015
Pengertian Erosi Parit (Gully Erosion) - Erosi parit adalah erosi yang terjadi apabila aliran-aliran kecil akibat erosi alur berkumpul menjadi aliran yang lebih besar. Oleh karena itu, aliran air pun menjadi lebih deras dan proses erosinya semakin besar. Bentukan alam yang dihasilkan oleh erosi ini antara lain jurang-jurang yang dalam dengan lereng yang curang.
Erosi Parit (Gully Erosion)

Erosi Parit (Gully Erosion)
Peranan air dalam erosi ini jelas begitu dominan, terlebih-lebih di Indonesia yang merupakan daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi. Erosi selalu di mulai dari erosi yang ringan, lalu erosi lembar, diteruskan dengan erosi alur, dan akhirnya erosi parit hingga merusakkan lapisan dipermukaan bumi ini.

Berbagai erosi di atas dapat terjadi antara lain karena faktor-faktor sebagai berikut:
  1. Curah hujan yang tinggi.
  2. Vegetasi penutup lahan yang kurang dikarenakan alam atau akibat pengelolaan yang kurang tepat oleh manusia.
  3. Kemiringan lereng.
  4. Tata guna lahan yang kurang tepat.
Erosi parit ( gully erosion ) adalah kelanjutan dari erosi alur, yaitu terjadi bila alur – alur menjadi semakin lebar dan dalam yang membentuk parit dengan kedalaman yang dapat mencapai 1 – 2,5 m atau lebih. Parit ini membawa air pada saat dan segera setelah hujan, dan tidak seperti alur, parit tidak dapat lenyap oleh pengolahan tanah secara normal. Parit – parit cenderung terbentuk menyerupai huruf V dan U, dimana aliran limpasan dengan volume besar terkonsentrasi dan mengalir ke bawah lereng terjal pada tanah yang mudah tererosi. Bila tanah tahan terhadap erosi, maka alurnya berbentuk V, bila tidak tahan erosi ( tanah – tanah tak berkohesi ) berbentuk U.

Erosi parit tidak selalu terbentuk dari erosi alur, contohnya akibat penebangan pohon secara liar, pembakaran dan semacamnya mengakibatkan daya tampung air pada daerah tersebut terlampaui, sehingga air mengalir dalam jumlah besar dari daerah tampungan tersebut menuju ke bawah lereng yang permukaannya tidak tahan terhadap erosi. Contoh lainnya adalah pada bagian outlet drainase ( box culvert ) yang tidak dilindungi pasangan batu/beton sering terbentuk erosi – erosi parit.

Eoris mempunyai dampak yang merugikan (negatif) dan menguntungkan (positif). Dampak positifnya antara lain terbentuknya bentang alam baru yang indah. Namun, erosi ternyata lebih banyak mengakibatkan dampak negatif. Menurut penelitian bahwa sekitar 15% permukaan bumi mengalami erosi yang kebanyakan disebabkan oleh air kemudian angin. Jika erosi terjadi di tanah pertanian, maka berangsur – angsur tanah tersebut akan menjadi tidak subur karena lapisan – lapisan tanah subur diatasnya akan semakin menipis. Jika terjadi di pantai, maka akan mengubah garis pantai. Dampak lain dari erosi adalah polutan dan endapan dari erosi yang terbawa air akan menumpuk pada suatu tempat. Dan jika menumpuk pada waduk atau danau akan menimbulkan pendangkalan.

Related Posts

1 komentar:

  1. cukup memahami mengenai erosi setelah membaca pengertian erosi ini. tapi terkadang erosi juga bukan persoalan yang ditimbulkan secara alamiah bisa juga karena ulah manusia yang tidak menjaga alam.

    BalasHapus