Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 April 2019

Pengertian Kebijakan moneter

Pengertian Kebijakan moneter

Pengertian Kebijakan moneter - Kebijakan moneter merupakan kebijakan bank sentral atau otoritas moneter dalam bentuk pengendalian besaran moneter dan suku bunga untuk mencapai perkembangan kegiatan perekonomian yang diinginkan. Kegiatan perekonomian yang dimaksud adalah kestabilan perekonomian makro yang tercermin dalam kestabilan harga (rendahnya laju inflasi), membaiknya perkembangan out put riil (pertumbuhan ekonomi) serta cukup luasnya kesempatan kerja yang tersedia.

Kebijakan Moneter


Kebijakan moneter yang dimaksud di atas adalah bagian integral dari kebijakan ekonomi makro yang pada umumnya dilakukan dengan mempertimbangkan siklus ekonomi, sifat perekonomian suatu negara (terbuka atau tertutup) serta faktor-faktor fundamental ekonomi lainnya.

Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

Tujuan Kebijakan Moneter
Tujuan dari dikeluarkannya kebijakan moneter adalah untuk mencapai kondisi ekonomi makro yang stabil. Tujuan kebijakan moneter tidak bersifat statis tetapi dinamis karena harus selalu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan perekonomian suatu negara.


Minggu, 14 April 2019

Pengertian Konsumsi dan Konsumen

Pengertian Konsumsi dan Konsumen

Pengertian Konsumsi dan Konsumen - Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa. Makan nasi adalah merupakan kegiatan konsumsi karena menghabiskan nilai guna nasi, memakai baju juga merupakan kegiatan konsumsi karena mengurangi nilai guna baju. Kedua contoh di atas merupakan contoh sederhana dari kegiatan konsumsi.

Konsumen


Masih banyak contoh lain karena manusia memiliki kebutuhan yang beraneka ragam. Kegiatan pemenuhan kebutuhan yang sifatnya menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang atau jasa tersebut yang disebut dengan konsumsi.

Contoh yang lain tentang kegiatan konsumsi adalah membaca buku, menonton televisi, memotong kuku, bermain sepak bola, berobat ke dokter, menelpon, naik sepeda motor, dan sebagainya.

Lalu apa yang dimaksud dengan konsumen? Konsumen adalah orang atau pihak yang melakukan kegiatan konsumsi tersebut. Misalnya siswa merupakan konsumen pendidikan, pasien merupakan konsumen pengobatan, bahkan semua orang dapat berperan sebagai konsumen karena semua orang selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan seperti makan, minum, berpakaian, berekreasi, dan sebagainya.

Kamis, 03 Januari 2019

Pengertian Krisis Moneter

Pengertian Krisis Moneter

Pengertian Krisis Moneter - Krisis moneter yang melanda Thailand pada awal Juli 1997, merupakan permulaan peristiwa yang mengguncang nilai tukar mata uang negaranegara di Asia, seperti Malaysia, Filipina, Korea dan Indonesia. Rupiah yang berada pada posisi nilai tukar Rp.2.500/US$ terus mengalami kemerosotan. Situasi ini mendorong Presiden Soeharto meminta bantuan dari International Monetary Fund (IMF). 



Persetujuan bantuan IMF dilakukan pada Oktober 1997 dengan syarat pemerintah Indonesia harus melakukan pembaruan kebijakan-kebijakan, terutama kebijakan ekonomi. Diantara syarat-syarat tersebut adalah penghentian subsidi dan penutupan 16 bank swasta. Namun usaha ini tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi. Upaya pemerintah untuk menguatkan nilai tukar rupiah, melalui Bank Indonesia dengan melakukan intervensi pasar tidak mampu membendung nilai tukar rupiah yang terus merosot. 

Nilai tukar rupiah yang berada di posisi Rp.4000/US$ pada Oktober terus melemah menjadi sekitar Rp.17.000/ US$ pada bulan Januari 1998. Kondisi ini berdampak pada jatuhnya bursa saham Jakarta, bangkrutnya perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besarbesaran. Kondisi ini membuat Presiden Soeharto menerima proposal reformasi IMF pada tanggal 15 Januari 1998 dengan ditandatanganinya Letter of Intent (Nota Kesepakatan) antara Presiden Soeharto dan Direktur Pelaksana IMF Michele Camdesius. Namun, kemudian Presiden Soeharto menyatakan bahwa paket IMF yang ditandatanganinya membawa Indonesia pada sistem ekonomi liberal. 

Hal ini menyiratkan bahwa pemerintah Indonesia tidak akan melaksanakan perjanjian IMF yang berisi 50 butir kesepakatan tersebut. Situasi tarik menarik antara pemerintah dan IMF itu menyebabkan krisis ekonomi semakin memburuk. Pada saat krisis semakin dalam, muncul ketegangan-ketegangan sosial dalam masyarakat. Pada bulan-bulan awal 1998 di sejumlah kota terjadi kerusuhan anti Cina. Kelompok ini menjadi sasaran kemarahan masyarakat karena mereka mendominasi perekonomian di Indonesia. Krisis ini pun semakin menjalar dalam bentuk gejolak-gejolak non ekonomi lainnya yang membawa pengaruh terhadap proses perubahan selanjutnya. Sementara itu, sesuai dengan hasil Pemilu ke-6 yang diselenggarakan pada tanggal 29 Mei 1997, Golkar memperoleh suara 74,5 persen, PPP 22,4 persen, dan PDI 3 persen. Setelah pelaksanaan pemilu tersebut perhatian tercurah pada Sidang Umum MPR yang dilaksanakan pada Maret 1998. Sidang umum MPR ini akan memilih presiden dan wakil presiden. Sidang umum tersebut kemudian menetapkan kembali Soeharto sebagai presiden untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kalinya dengan B.J. Habibie sebagai wakil presiden. Dalam beberapa minggu setelah terpilihnya kembali Soeharto sebagai Presiden RI, kekuatan-kekuatan oposisi yang sejak lama dibatasi mulai muncul ke permukaan. Meningkatnya kecaman terhadap Presiden Soeharto terus meningkat yang ditandai lahirnya gerakan mahasiswa sejak awal 1998. 

Gerakan mahasiswa yang mulai mengkristal di kampus-kampus, seperti ITB, UI dan lain-lain semakin meningkat intensitasnya sejak terpilihnya Soeharto. Demonstrasi-demonstrasi mahasiswa berskala besar di seluruh Indonesia melibatkan pula para staf akademis maupun pimpinan universitas. Garis besar tuntutan mahasiswa dalam aksi-aksinya di kampus di berbagai kota, yaitu tuntutan penurunan harga sembako (sembilan bahan pokok), penghapusan monopoli, kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) serta suksesi kepemimpinan nasional. Aksi-aksi mahasiswa yang tidak mendapatkan tanggapan dari pemerintah menyebabkan para mahasiswa di berbagai kota mulai mengadakan aksi hingga keluar kampus. Maraknya aksi-aksi mahasiswa yang sering berlanjut menjadi bentrokan dengan aparat kemanan membuat Menhankam/Pangab, Jenderal Wiranto, mencoba meredamnya dengan menawarkan dialog. Dari dialog tersebut diharapkan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat kembali terbuka. Namun mahasiswa menganggap bahwa dialog dengan pemerintah tidak efektif karena tuntutan pokok mereka adalah reformasi politik dan ekonomi pengunduran diri Presiden Soeharto. Menurut mahasiswa, mitra dialog yang paling efektif adalah lembaga kepresidenan dan MPR.

Di tengah maraknya aksi protes mahasiswa dan komponen masyarakat lainnya, pada tanggal 4 Mei 1998 pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM dan tarif dasar listrik. Kebijakan yang diambil pemerintah bertentangan dengan tuntutan yang berkembang saat itu. Sehingga naiknya harga BBM dan tarif dasar listrik semakin memicu gerakan massa, karena kebijakan tersebut berdampak pula pada naiknya biaya angkutan dan barang kebutuhan lainnya. Dalam kondisi negara yang sedang mengalami krisis, Presiden Soeharto, Pada 9 Mei 1998, berangkat ke Kairo (Mesir) untuk menghadiri Konferensi G 15. Di dalam pesawat menjelang keberangkatannya Presiden Soeharto meminta masyarakat tenang dan memahami kenaikan harga BBM. Selain itu, ia menyerukan kepada lawan–lawan politiknya bahwa pasukan keamanan akan menangani dengan tegas setiap gangguan yang muncul. Meskipun demikian kerusuhan tetap tidak dapat dipadamkan dan gelombang protes dari berbagai kalangan komponen masyarakat terus berlangsung.

Jumat, 20 April 2018

no image

Pengertian Window Manager dan Penjelasannya

Pengertian Window Manager dan Penjelasannya - Antarmuka sistem operasi Linux awalnya sangatlah sederhana, tidak seperti yang sekarang kenal. Linux versi-versi awal hanya menggunakan CLI (command line interface). Hal ini tentu menyulitkan pengguna komputer yang sudah terbiasa dengan sistem operasi berbasis grafis untuk beradaptasi. Berkat kegigihan para pengembang Linux dan komunitasnya, sekarang tampilan desktopnya sangat menarik dan beraneka ragam. Tampilan desktop yang beraneka ragam ini kita kenal dengan istilah GUI atau Graphical User Interface. Dengan GUI, Anda dapat dengan mudah bekerja di Linux. Penggunaan mouse dan menu membuat pekerjaan dapat lebih cepat Anda selesaikan.

Desktop Linux menggunakan X Window System. X Window System adalah interface grafis handal yang mendukung banyak aplikasi serta merupakan standar industri untuk sistem grafis pada mesin-mesin Linux. Kode sumbernya pertama kali diterbitkan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) Consortium. Versi X Window untuk Linux dikenal dengan nama Xfree86.

Jika Anda perhatikan, tampilan X Window System di Linux sangat beragam, mirip dengan skin. Namun, X Window sebenarnya bukanlah skin atau desktop theme (sebuah program aplikasi yang berfungsi menghias atau mengubah tampilan agar lebih artistik). Masingmasing X Window System memiliki perbedaan, baik dari segi tampilan grafis, maupun dari aplikasi yang disertakannya. Berikut ini adalah beberapa contoh X Window atau window manager yang digunkan di Linux beserta tampilannya.

Senin, 27 November 2017

Termometer Klinis dan cara kerjanya

Termometer Klinis dan cara kerjanya

Termometer berasal dari bahasa latin termo yang artinya suhu. Suhu merupakan derajat atau tingkat panas suatu benda atau zat. Sedangkan meter merpakan suatu alat ukur. Dalam kehidupan sehari – hari, termometer biasanya digunakan untuk mengukur suhu tubuh seseorang ketika sedang mengalami demam. Ketika anada ehujanan atau terkena sinar matahari yang sangat panas membuat kepala pusing. Biasanya kepala pusing tersebut disertai demam. Untuk mengukur seberapa tinggi demam yang terjangkit, digunakanlah termometer untuk mengukur suhunya. Suhu orang normal sekitar 37 – 37, 5 derajat celcius. Sedangkan suhu untuk orang yang mulai terserang demam di mulai dari suhu 38 derajat celcius. Kondisi ini masih bisa di atasi di rumah dengan cara mengompreasnya. Tetapi jika melebihi 39 derajat celcius, bawalah segera ke dokter untuk di beri penanganan lebih lanjut.

Termometer Klinis dan cara kerjanya


Termometer yang digunakan untuk mengukur suhu badan seseorang dinamakan termometer klinis. Termometer ini biasa di gunakan di dunia kedokteran. Sebelum dokter memeriksa lebih lanjut kondisi pasien, biasanya dokter mengukur terlebih dahulu suhu pasien dengan menggunakan termometer klinis. Suhu badan seseorang mampu di ukur dengan baik melalui rongga mulut, ketiak, atau diantara lekukan tubuh lainnya. Suhu normal manusia berkisar 37 derajat celcius dan tidak pernah kurang dari 35 derajat celcius. Sedangkan suhu maksimal dari suhu tubuh manusia yaitu 42 derajat celcius.  Termometer klinis ini di bedakan menjadi 2 macam yaitu termometer klinis analog dan termometerklinis digital. Termometer klinis analog memunculkan suhu yang terbaca dengan melihat angka yang di capai oleh pipa kapiler. Sedangkan termometer klinis digital, nilai suhu yang terbaca dalam bentuk angka yang tertera pada layar termometer. Jika dilihat dari keduanya, termometer klinis digital memiliki keakuratan lebih tinggi daripada termometer klinis analog. Karena pembacaan suhunya lebih jelas dan lebih pasti. Jika anda ingin membeli termometer klinis untuk keperluan buah hati anda untuk mengukur suhunya ketika sakit, anda dapat membelinya dengan mudah di goApotik.com. 

Rabu, 11 Oktober 2017

Pengertian Evaluasi atau Monitoring

Pengertian Evaluasi atau Monitoring

Pengertian Evaluasi atau Monitoring - Evaluasi berasal dari kata evalution (bahasa Inggis). Kata tersebut diserap dalam pembandaharaan istilah bahasa Indonesia dengan tujuan mempertahankan kata aslinya dengan sedikit penyesuain lafal Indonesia menjadi  “evaluasi”. Istilah “penilaian” merupakan kata benda dari nilai. Secara harfiah, evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilain dalam bidang pendidikan atau penilain mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.

Monitoring

Suchman (1961) memandang evaluasi sebagai sebuah proses menentukan haasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan. 

Adapun dari segi istilah, sebagaimana dikemukan oleh Edwin wandt dan Gerald W. Brown(1977) : evaluation refer to the act or process to determining to value of something. Menurut definisi ini, maka istilah evaluasi itu menunjukkan kepada atau mengandung pengertian: suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu yang seslanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil seuah keputusan.

Monitoring (pemantauan) merupakan prosedur analisis kebijakan yang digunakan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari kebijakan publik. Monitoring juga merupakan sumber informasi utama tentang implementasi kebijakan. Jadi, Monitoring merupakan cara untuk membuat pernyataan yang sifatnya penjelasan (designative claims) tentang kebijakan di waktu lampau maupun sekarang.Monitoring menghasilkan kesimpulan yang jelas selama dan setelah kebijakan diadopsi serta diimplementasikan (ex post facto).

Selasa, 18 Juli 2017

Pengertian Cek (Surat Berharga)

Pengertian Cek (Surat Berharga)

Pengertian Cek (Surat Berharga) - Cek merupakan suatu surat berharga banyak digunakan dalam lalulintas perdagangan. Maksud diterbitkan/di keluarkannya cek tiada lain untuk pembayaran seketika, baik untuk keperluan sendiri (orang yang mengeluarkan cek) maupun untuk keperluan pembayaran kepada pihak lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa cek sebagai pengganti uang tunai atau sebagai alat pembayaran.

Contoh cek


Agar suatu surat dapat dikatakan cek harus mamanuhi syarat-syarat yang ditetapkan dalam pasal 178 KUHD yang sekaligus merupakan syarat formal suatu cek. Syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut :
a. harus ada perkataan cek yang dimuat atau tertera pada lembaran cek
b. Perintah / suruhan tanpa bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.
c. Nama pihak yang harus membayar (wajib bayar), yaitu bank.
d. Penetapan di mana pembayaran harus dilakukan.
e. Tanggal dan tempat cek diterbitkan / dikeluarkan.
f. Tanda tangan orang yang menerbitkan.

Seseorang yang ingin menerbitkan suatu cek, maka ia harus mempunyai rekening di bank. Selain itu ia juga harus mempunyai simpanan / dana pada bank yang bersangkutan. Orang yang mempunyai hubungan dengan bank terutama yang berkaitan dengan masalah simpanan atau pinjaman, disebut nasabah. Bagi orang yang telah terdaftar sebagai nasabah bank, maka kepadanya diberikan buku cek. Buku cek ini memuat kira-kira 10 atau 25 lembar cek yang diberi nomor urut.

Setiap lembar cek terdiri atas dua bgian, yaitu bagian terkecil di sebelah kiri, dan bagian terbesar di sebelah kanan. Pada kedua bagian itu apabila akan diisi maka harus ditulis :
1) Jumlah uang yang harus dibayar.
Dalam penulisan jumlah uang ini selain dengan angka, juga dengan huruf.
2) Tanggal dan tempat penerbitan.
Pencantuman tanggal pada cek sangat penting, karena berkaitan dengan waktu mulai diperbolehkannya pencairan cek. Dengan kata lain untuk menentukan tanggal mulai berjalan tenggang waktu pembayaran cek, yairu 70 hari.

3) Kepada siapa harus dibayar.
Untuk menghindari jangan sampai terjadi cek itu dicairkan oleh orang yang tidak berhak atas pembayaran uang tersebut, biasanya dituliskan nama orang yang akan menerima pembayaran uang itu. Namun sering juga cek yang tidak dituliskan nama orang yang akan menerima pembayaran, atau dikosongkan saja. Maksudnya untuk mempermudah pengalihan cek itu kepada pihak lain tanpa harus diendosmen.

4) Tanda tangan yang bersangkutan.
Tanda tangan disini dimaksudkan sebagai persetujuan dari pihak yang menerbitkan cek. Tanpa ada tanda tangan, maka pihak bank tidak akan mencairkan cek tersebut.

Dalam penerbitan suatu cek, biasanya disertai dengan meterai yang ditempelkan pada tempat kita menanda tangani cek. Namun sekarang tidak lagi menggunakan meterai yang ditempel melainkan sudah tertera pada cek tersebut dalam bentuk stempel / cap meterai yang nilainya Rp 6000.00

Setelah cek tadi diisi lalu yang sebelah kanan disobek dan diberikan kepada orang yang harus menerima pembayaran (pembawa/pemegang). Kemudian cek itu hendaklah segera dicairkan kepada bank yang ditunjuk, sebab masa berlaku cek terbatas sampai 70 hari sejak tanggal yang tercantum pada cek.

Dalam sirkulasi cek tersebut melibatkan pihak-pihak sebagai berikut :

  • Penarik (orang yang menandatangani cek).
  • Tersangkut, yaitu pihak yang melakukan pembayaran (bank) di mana penarik mempunyai dana atau simpanan.
  • Pemegang, yaitu orang yang berhak menerima pembayaran yang namanya tercantum dalam cek.
  • Pembawa, yaitu orang yang ditunjuk / berhak menerima pembayaran tanpa menyebutkan namanya dalam cek.
  • Pengganti (order), yaitu orang yang menggantikan kedudukan pemegang cek dengan jalan endosemen. Endosemen adalah pemindahan hak milik atau surat berharga (dalam hal ini cek). Umumnya cek dapat diendosemen adalah cek atas pengganti (aan order).