Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Oktober 2017

Pengertian Kerak Bumi

Pengertian Kerak Bumi

Pengertian Kerak Bumi - Kerak bumi berasal dari batuan yang terdiri atas berbagai jenis mineral. Batuan dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe dasar, yaitu batuan gunung api, batuan endapan, dan batuan metamorfik. Kerak bumi adalah bagian terluar dari lapisan Bumi, dan memiliki tebal antara 5 km - 80 km.

Kerak Bumi

1) Batuan gunungapi (secara harfiah berarti batuan yang dihasilkan dari api). Dahulu merupakan lelehan yang panas sekali, yang kemudian memadat di permukaan bumi, seperti batuan basalt. Batuan ini merupakan asal mula berbagai batuan kerak bumi. Batuan gunungapi disebut juga dengan batuan beku.

2) Batuan endapan berasal dari bermacam-macam butiran batu yang bergerak dan menyebar karena pengaruh angin, air, atau penyebab lain. Batuan ini terletak di atas lahan atau dasar laut, yang secara bertahap saling bertindihan dan melekat. Batuan endapan mem bentuk beberapa lapisan yang tebalnya bermacam-macam, mulai dari beberapa sentimeter sampai dengan beribu-ribu meter. Lapisan-lapisan ini membentuk sebagian besar lapisan kerak bumi. Di antara batuan ini yang terpenting adalah batu pasir, batu kapur, dan batu serpih.

3) Batuan metamorfik terbentuk dari hasil batuan gunungapi dan batuan endapan yang berubah dalam waktu yang berabad-abad. Berbagai faktor yang berperan dalam proses metamorfisme atau pembentukan batuan berubah bentuk adalah tekanan, panas, adanya air, dan berbagai perubahan kimia dan lamanya waktu berproses. Partikel-partikel batuan asli berubah menjadi berbagai susunan baru. Dengan cara ini, mineral baru dapat tercipta. Kadang-kadang batuan berubah bentuk masih menunjukkan sifat aslinya, dan kadang-kadang dapat berbentuk batuan yang baru sama sekali. Contoh batuan metamorfik, antara lain marmer, batu tulis, dan gneiss granit. Marmer berasal dari batu kapur, batu tulis dari serpih, sedangkan gneiss granit dari bermacam granit.

Lapisan atas kerak bumi di daerah daratan biasanya dilapisi tanah. Tanah terdiri atas partikel batuan yang banyak mengandung zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup zaman purba. Tanah mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang karena makanan hewan, baik langsung maupun tidak langsung berasal dari tanaman.

Minggu, 24 September 2017

Pengertian Sistem Operasi

Pengertian Sistem Operasi

Pengertian Sistem Operasi - Seperti kita bahas sebelumnya, di dalam sistem komputer terdapat perangkat lunak sistem operasi dan perangkat lunak aplikasi. Sistem operasi dapat kita ibaratkan sebagai jalan raya yang dilalui berbagai jenis kendaraan, sementara program aplikasi dapat kita ibaratkan sebagai beragam jenis kendaraan yang lalu lalang di jalan raya. Setiap sistem komputer, baik yang kecil maupun yang besar memiliki sistem operasi. Bahkan komputer genggam dan telepon seluler cerdas (smartphone) pun memiliki sistem operasi.

Pengertian Sistem Operasi

Sistem operasi memiliki manfaat yang sangat besar. Pada komputer, sistem operasi bertugas menangani sistem komputer secara keseluruhan, serta semua perangkat yang terhubung ke komputer. Bagaimana sistem operasi dimuatkan ke memori komputer? Ketika komputer diaktifkan, program yang disebut BIOS (Basic Input Output System) akan dijalankan. Program kecil ini menjadi mensinkronkan hubungan antara prosesor dan keyboard serta peralatan lainnya sehingga saat sistem operasi dimuatkan ke memori, semua perangkat komputer telah siap. Setelah itu, sistem operasi mulai menjalankan fungsinya sebagai pengendali perangkat keras yang ada di komputer.

Sebagai perangkat lunak pertama yang diletakkan di memori komputer, sistem operasi memunyai beberapa tugas utama, yakni:
● mengenali perangkat keras yang ada dalam sistem komputer
● mengatur pemakaian memori
● task schedulling atau penjadwalan tugas
● menyediakan antarmuka antara komputer dan user.

Di samping itu sistem operasi juga melakukan semua tugas-tugas penting dalam komputer, dan menjamin aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya dapat berjalan sebagaimana mestinya. Secara singkat, sistem operasi merupakan penghubung antara lapisan perangkat keras (hardware) dan lapisan perangkat lunak (software) komputer. Sistem operasi memiliki beberapa bagian penting sebagai berikut:
Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  - Ditinjau dari susunan katanya, teknologi informasi dan komunikasi tersusun dari 3 (tiga) kata yang masing-masing memiliki arti sendiri. Kata pertama, teknologi, berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Istilah teknologi sering menggambarkan penemuan alat-alat baru yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik.

Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 

Kata kedua dan ketiga, yakni informasi dan komunikasi, erat kaitannya dengan data. Informasi berarti hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian sekelompok data yang memberi nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi hubungan saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan secara non verbal menggunakan gerak-gerik badan atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, atau mengangkat bahu.

Banyak pendapat yang mendefinisikan teknologi informasi dan komunikasi dengan bahasa yang berbeda-beda. Australian National Training Authority (ANTA) mendefinisikan teknologi informasi sebagai pengembangan teknologi dan aplikasi dari komputer dan teknologi berbasis komunikasi untuk memproses, menyajikan, mengelola data, dan informasi. 

Definisi ini mencakup pembuatan hardware dan komponen komputer, pengembangan software komputer dan berbagai jasa yang berhubungan dengan komputer, bersama-sama dengan perlengkapan komunikasi serta pembuatan komponen dan jasanya. Menurut Oxford English Dictionary edisi ke-2, definisi teknologi informasi adalah perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya termasuk dalam konteks bisnis atau usaha. Istilah teknologi informasi menjadi bagian dari kegiatan usaha yang memanfaatkan perangkat elektronik komputer.

Kamis, 14 September 2017

Pengertian Galaksi

Pengertian Galaksi

Pengertian Galaksi - Galaksi adalah kumpulan bintang yang membentuk suatu sistem, terdiri atas satu atau lebih benda angkasa yang berukuran besar dan dike lilingi oleh benda-benda angkasa lainnya sebagai anggotanya yang  bergerak menge lilinginya secara teratur.

Pengertian Galaksi

Di dalam ilmu astronomi, galaksi diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri atas bintang-bintang, gas, dan debu yang amat luas, di mana anggotanya memiliki gaya tarik menarik (gravitasi). Suatu galaksi pada umumnya terdiri atas miliaran bintang yang memiliki ukuran, warna, dan karakteristik yang sangat beraneka ragam.

Secara garis besar, menurut morfologinya galaksi dibagi menjadi tiga tipe, yaitu galaksi tipe spiral, elips, dan tidak beraturan. Pembagian tipe ini berdasarkan bentuk atau penampakan galaksi-galaksi tersebut. Galaksi-galaksi yang diamati dan dipelajari oleh para astronom sejauh ini komposisinya sekitar 75% galaksi spiral, 20% galaksi elips, dan 5% galaksi tidak beraturan. Namun, ini bukan berarti galaksi spiral adalah galaksi yang paling banyak terdapat di alam semesta ini. Sesungguhnya yang paling banyak terdapat di alam semesta ini adalah galaksi elips. Jika diambil volume ruang angkasa yang sama, orang akan menemukan lebih banyak galaksi elips daripada galaksi spiral. Hanya saja galaksi tipe ini banyak yang redup sehingga teramat sulit untuk diamati.

Galaksi Bima Sakti termasuk galaksi spiral dan berbentuk seperti cakram, garis tengahnya kira-kira 100.000 tahun cahaya. Pusat galaksi berada dalam gugusan bintang Sagitarius. Diperkirakan galaksi ini berumur 12–14 biliun tahun dan terdiri atas 100 biliun bintang.

Istilah tahun cahaya menggambarkan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam waktu satu tahun. Dengan kecepatan 300.000 km/s, dalam waktu satu tahun cahaya akan menempuh jarak sekitar 9,5 juta kilometer. Jadi, satu tahun cahaya adalah 9,5 juta km. Hal ini berarti garis tengah galaksi Bima Sakti sekitar 100.000 × 9,5 juta km, atau 950 ribu juta km. Untuk memudahkan perhitungan, digunakan satuan jarak, yaitu tahun cahaya. Dengan satuan ini, tebal bagian pusat galaksi Bima Sakti sekitar 10.000 tahun cahaya.

Lalu, di mana letak Matahari? Matahari terletak sekitar 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Matahari bukanlah bintang yang istimewa, melainkan hanyalah salah satu dari 200 miliar bintang anggota Bima Sakti. Bintang-bintang anggota galaksi Bima Sakti tersebar dengan jarak dari satu bintang ke bintang lain berkisar antara 4 sampai 10 tahun cahaya. Bintang terdekat dengan matahari adalah Proxima Centauri (anggota dari sistem tiga bintang Alpha Centauri), yang berjarak 4,23 tahun cahaya. Semakin ke arah pusat galaksi, jarak antarbintang semakin dekat, atau dengan kata lain kerapatan galaksi ke arah pusat semakin besar.

Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini. Dalam alam semesta, ada begitu banyak sistem seperti ini yang mengisi setiap sudut langit sampai batas yang dapat dicapai oleh teleskop yang paling besar. Jumlah keseluruhan galaksi yang dapat dipotret dengan teleskop berdiameter 500 cm di Mt. Palomar sampai kira-kira satu miliar galaksi. Jadi, tidaklah salah jika seseorang memperkirakan bahwa andaikan seseorang memiliki teleskop yang jauh lebih besar, orang tersebut dapat melihat jauh lebih banyak lagi galaksi-galaksi di alam semesta ini.
Pengertian Jagat Raya

Pengertian Jagat Raya

Pengertian Jagat Raya - Jagat raya atau alam semesta (the universe) merupakan ruang tidak terbatas yang di dalamnya terdiri atas semua materi, termasuk tenaga dan radiasi. Jagat raya tidak dapat diukur, dalam arti batas-batasnya tidak dapat diketahui dengan jelas.

Pengertian Jagat Raya

Galaksi, bintang, matahari, nebula, planet, meteor, asteroid, komet, dan bulan, hanyalah sebagian kecil dari materi di jagat raya yang dikenal manusia yang hidup di Bumi. Akan tetapi, secara lebih mendalam semua yang ada di jagat raya masih merupakan rahasia yang sama sekali belum terungkap. Hal ini antara lain disebabkan karena tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia dalam mengungkap rahasia alam semesta masih sangat terbatas.

Seperti diketahu Bumi tempat tinggal manusia merupakan suatu bulatan kecil yang dikenal sebagai suatu planet anggota dari sistem tata surya dengan matahari sebagai pusatnya. Matahari merupakan salah satu bintang dari sekitar 200 miliar bintang yang ada di Galaksi Bima Sakti (The Milky Ways atau Kabut Putih). Lebih jauh lagi berdasarkan penelitian, Bima Sakti bukanlah satu-satunya galaksi yang ada di jagat raya, melainkan terdapat ratusan, jutaan, bahkan terdapat miliaran galaksi pengisi jagat raya ini.

Selasa, 05 September 2017

Pengertian Sistem Periodik Klasik

Pengertian Sistem Periodik Klasik

Pengertian Sistem Periodik Klasik - Ilmuwan pertama yang mengembangkan sistem periodik unsur adalah Johan W. Dobereiner. Sistem periodik unsur-unsur yang dikembangkannya didasarkan pada nomor massa atom. Menurut Dobereiner, jika nomor massa atom unsur A ditambah nomor massa atom unsur B, kemudian dirataratakan maka akan dihasilkan nomor massa atom unsur C. Ketiga unsur ini akan memiliki sifat yang mirip. Kelompok unsur tersebut oleh Dobereiner dinamakan triade.

Sistem Periodik Klasik


Pada perkembangan berikutnya, John Newland menemukan hubungan antara sifat unsur dan massa atom menurut pola tertentu. Jika unsur-unsur dideretkan menurut kenaikan nomor massa atom maka unsur kedelapan memiliki sifat mirip dengan unsur pertama. Pola ini dinamakan Hukum Oktaf. Namun, pada perkembangan selanjutnya ditemukan beberapa unsur yang tidak sesuai dengan Hukum Oktaf, misalnya: Cr tidak mirip dengan Al; Mn tidak mirip dengan P; Fe tidak mirip dengan S; dan yang lainnya.

Pada 1869, ilmuwan kimia Rusia, Dmitri Mendeleev dan ilmuwan kimia dari Jerman, Lothar Meyer, menyusun tabel periodik unsur-unsur secara terpisah di setiap negaranya. Sistem periodik Mendeleev didasarkan pada nomor massa atom, sedangkan sistem periodik Meyer didasarkan pada massa jenis atom. Walaupun dasar penggolongan sistem periodik berbeda, tetapi hasilnya hampir sama. Mendeleev menyusun sistem periodik unsur-unsur dengan cara menempatkan unsur-unsur ke dalam bentuk baris dan kolom. Unsur-unsur dalam kolom yang sama ini memiliki sifat-sifat yang mirip. Unsur yang terdapat di bawah aluminium disebut eka-aluminium dengan lambang Ea. Menurut Mendeleev, sifat-sifat unsur ini dapat diprediksi berdasarkan perbandingan terhadap unsur-unsur tetangganya. Hasil prediksi Mendeleev terhadap unsur eka-aluminium, yaitu nomor massa 68, massa jenis 5,9 g/cm3, titik leleh rendah, titik didih tinggi, dan rumus oksidanya Ea2O3.

Pada 1874, ahli kimia Prancis, Paul Émile Lecoq de Bois-baudran menemukan unsur galium (perhatikan Gambar 2.1). Sifat-sifat unsur galium tidak berbeda dengan eka-aluminium yang diramalkan oleh Mendeleev. Jadi, eka-aluminium tiada lain adalah galium.\

Keberhasilan Mendeleev dalam memprediksi unsur-unsur yang belum ditemukan waktu itu, menjadikan sistem periodik Mendeleev lebih diterima oleh masyarakat ilmiah dibandingkan sistem periodik yang dikembangkan oleh Lothar Meyer.
Pengertian Objek Sosiologi

Pengertian Objek Sosiologi

Pengertian Objek sosiologi, yaitu masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antara manusia dan proses yang timbul akibat hubungan manusia dalam masyarakat. Jadi, yang dipelajari dalam sosiologi itu sangat luas antara lain sebagai berikut.

Pengertian Objek Sosiologi


a. Hubungan timbal balik antara manusia dengan manusia lain.
b. Hubungan antara individu dengan kelompok.
c. Hubungan antara kelompok satu dengan kelompok lain.
d. Sifat-sifat dari kelompok-kelompok sosial yang bermacam-macam coraknya.

Berdasarkan kekhususan dari ruang lingkupnya, menurut Soerjono Soekanto sosiologi dapat diklasifikasikan menjadi dua macam cabang, yaitu sosiologi umum dan khusus.

a. Sosiologi Umum
Mempelajari dan menyelidiki tingkah laku manusia pada umumnya, dalam mengadakan hubungan masyarakat.

b. Sosiologi Khusus
Mempelajari dan menyelidiki berbagai sektor kehidupan bermasyarakat, dari suatu segi kehidupan tertentu. Contoh:

  • Sosiologi pembangunan, membahas masyarakat di dalam pembangunan.
  • Sosiologi industri, membahas masyarakat dalam dunia industri.
  • Sosiologi politik, membahas masyarakat dalam hubungannya dengan politik.
  • Sosiologi hukum, membahas tingkah laku manusia dan masyarakat  alam kaitannya dengan hukum yang berlaku.
  • Sosiologi pedesaan, membahas masyarakat di pedesaan.
  • Sosiologi perkotaan, membahas masyarakat di kota-kota.
  • Sosiologi pendidikan, membahas hubungan gejala kemasyarakatan dengan pendidikan. Dan masih ada sosiologi yang lain.


Beberapa teori-teori sosiologi itu yang paling banyak adalah berasal dari barat. Orang yang pertama kali memakai istilah atau pengertian sosiologi adalah Auguste Comte. Dialah yang dianggap sebagai bapak sosiologi pertama.

Senin, 28 Agustus 2017

Pengertian Pepatah, Ungkapan dan Perumpamaan

Pengertian Pepatah, Ungkapan dan Perumpamaan

Pepatah
Pepatah adalah sejenis peribahasa yang dinyatakan dengan kalimat yang tetap susunannya dan mengiaskan suatu maksud tertentu. Yang dikiaskan adalah suatu keadaan atau kelakuan seseorang. Pepatah juga mengandung nasihat atau ajaran dari orang-orang tua.

Pengertian Pepatah, Ungkapan dan Perumpamaan


Contoh

  • Bermain air basah, bermain api hangus.

Artinya: setiap pekerjaan atau perbuatan ada akibatnya.

  • Air jernih ikannya jinak.

Artinya: negeri yang teratur pemerintahannya, penduduknya sopan santun.

Perumpamaan
Perumpamaan adalah sejenis peribahasa yang berupa perbandingan dan dinyatakan dengan kalimat yang tetap susunannya serta mengiaskan waktu tertentu. Perumpamaan mengungkapkan keadaan atau kelakuan seseorang dengan mengambil perbandingan dari alam. Perumpamaan biasanya didahului katakata yang menyatakan perbandingan, yaitu seperti, sebagai, laksana, bak, bagai, seumpama, macam, umpama.

Sejenis dengan perumpamaan adalah tamsil atau ibarat. Bedanya dengan perumpamaan, tamsil diikuti penjelasan.

Contoh

  • Seperti abu di atas tunggul. 

Artinya: seseorang yang sangat goyah kedudukannya.

  • Bagai berpijak bara hangat.

Artinya: seorang yang sangat gelisah karena sesuatu masalah/kesusahan.

Ungkapan
Ungkapan adalah kelompok kata atau perkataan yang bersifat tetap dan digunakan untuk menyatakan sesuatu maksud dengan arti kiasan.

Contoh:
- Perundingan Israel dengan Palestina mengalami jalan buntu. (jalan buntu = mengalami kegagalan)
- Gadis itu patah hati karena dikhianati kekasihnya. (patah hati = kecewa)
no image

Pengertian Gaya Bahasa (Majas)

Pengertian Gaya Bahasa (Majas) - Bahasa dalam teks sastra berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam teks ilmiah. Teks sastra banyak menggunakan gaya bahasa (majas), seperti kalimat-kalimat yang kalian baca pada kutipan roman yang berjudul Siti Nurbaya. Misalnya, lihatlah mukamu, telah merah sebagai jambu air, kena panas matahari, jawab anak laki-laki itu seakan-akan merengut, tetapi diikutinya juga temannya yang perempuan tadi.

Jika dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang digunakan dalam teks ilmiah, kalimat di atas sangat berbeda bukan?

Jadi, gaya bahasa atau majas adalah suatu cara mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan bahasa yang indah dan personal. Gaya bahasa digunakan untuk meningkatkan efek dan menjelaskan gagasan- gagasan sehingga dapat dimengerti, baik oleh pembaca maupun pendengar. Bagi penulis (pemakai bahasa), gaya bahasa memperlihatkan kekhasan bahasa serta jiwa dan kepribadian penulis.

Para ahli telah menemukan enam puluh macam gaya bahasa/majas dan diklasifikasikan ke dalam empat kelompok. Keempat kelompok gaya bahasa yang dimaksud adalah: a) majas perbandingan; b) majas pertentangan; c) majas pertautan; d) majas perulangan.

Selasa, 08 Agustus 2017

Pengertian Motivasi

Pengertian Motivasi

Motivasi adalah alasan yang menyebabkan keadaan internal yang dapat mengakibatkan semangat, mengarahkan dan melihara suatu prilaku. Motivasi pada dasarnya bermakna kontekstual, mempunyai intensitas dan arah. Karena itu, motivasi dapat dipahami yang mendasarinya misalnya, motif biologis, motif kompetisi, motif yang dipelajari, motif berprestasi dan sebagainya. Motivasi dapat bersumber dari dalam diri dan bersumbur dari luar diri. Motifasi intrinsik (dari dalam diri) muncul karena individu senang melakukannya. 

Pengertian Motivasi

Motivasi mendorong dan memberi energy pada tingkah laku. Motivasi interinsik adalah dorongan terhadap prilaku individu yang bersumber dari luar dirinya. seseorang berbuat sesuatu karena dorongan dari luar dirinya seperti adanya reward dan menghindari adanya punisment. Motivasi interinsik dapat berubah menjadi motivasi interinsik.

Baca Juga 

Perbedaan esensial motivasi interinsik dan ekstrinsik seseorang adalah alasan orang tersebut bertindak. Artinya, apakah lokus of causality (letak penyebab) tindakan itu berada didalam atau diluar dirinya. bila letaknya internal, motivasinya interinsik: bila di luar motivasinya eksterinsik. Kebanyakan motivasi memiliki kedua elemen itu. Faktanya, motivasi interinstik dan eksterinsik mungkin merupakan dua kecenderungan yang indefenden, keduanya dapat beroperasi secara bersamaan dalam situasi tertentu. 

Sumber : Sitirogayah.com

Selasa, 01 Agustus 2017

Pengertian Asesmen dalam Bimbingan dan Konseling

Pengertian Asesmen dalam Bimbingan dan Konseling

Pengertian Asesmen dalam Bimbingan dan Konseling - Asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan proses mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data tentang peserta didik dan lingkungannya.Terbagi dalam dua katagori non tes dan nontes. Selain itu konselor juga harus memilki kompetensi dalam asesmen, antara lain dapat menggunakan berbagai instrumen asesmen. Agar dapat mengetahui peserta didik secara optimal salah satunya adalah mengumpulkan data tentang pola dan struktur hubungan antar individu-individu dalam suatu kelompok. 

Pengertian Asesmen dalam Bimbingan dan Konseling


Asesmen merupakan merupakan salah satu bagian terpenting dalam seluruh kegiatan yang ada dalam konseling (baik konseling kelompok maupun konseling individual). Karena itulah asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian yang terintegral dengan proses terapi maupun semua kegiatan bimbingan dan konseling itu sendiri. Asesmen dilakukan untuk menggali dinamika dan faktor penentu yang mendasari munculnya masalah. Hal ini sesuai dengan tujuan assesmen dalam bimbingan dan konseling yaitu mengumpulkan informasi yang memungkinkan bagi konselor untuk menentukan masalah dan memahami latar belakang serta situasi yang ada pada masalah klien. Asesmen yang dilakukan sebelum, selama, dan setelah konseling berlangsung memberikan informasi yang dapat digunakan sebagai alat untuk menilai keberhasilan sebuah konseling, namun juga dapat digunakan sebagai sebuah terapi untuk menyelesaikan masalah klien.

Pengemembangannya didasarkan pada pemikiran bahwa kelompok mempunyai struktur yang terdiri dari hubungan-hubungn interpersonal yang kompleks. Posisi setiap individu dan hubungan-hubungan yang terjadi dalam struktur kelompoknya dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil sosiometri merupakan gambaran jumlah skor yang diperoleh setiap orang, pola hubungan, intensitas hubungan, dan posisi peserta didik dalam kelompoknya.

Pelaksanaan asesmen dalam bimbingan dan konseling merupakan hal yang penting dan harus dilakukan dengan berhati-hati sesuai dengan kaidahnya. Kesalahan dalam mengidentifikasi masalah karena assesment yang tidak memadai akan menyebabkan gagalnya treatmen yang sudah dilakukan. Meskipun menjadi dasar dalam melakukan treatmen pada klien, tidak berarti konselor harus menilai (to assess) semua latar belakang dan situasi yang dihadapi klien pada saat itu jika tidak perlu. Kadangkala konselor menemukan bahwa ternyata “hidup” klien sangat menarik. Namun demikian tidaklah etis untuk menggali semuanya selama hal tersebut tidak relevan dengan treatmen yang diberikan untuk mengatasi masalah klien.

Hood & Johnson (1993) menjelaskan ruang lingkup dalam asesmen (assesment need areas) dalam bimbingan dan konseling ada lima, yaitu:


  • Systems assessment, yaitu asesmen yang dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai  status dari suatu sistem, yang membedakan antara apa ini (what is it) dengan apa yang  diinginkan (what is desired) sesuai dengan kebutuhan dan hasil konseling; serta tujuan yang sudah dituliskan/ ditetapkan atau outcome yang diharapkan dalam konseling.


  • Program planning, yaitu perencanaan program untuk memperoleh informasi-informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan dan untuk menyeleksi bagian–bagian program yang efektif dalam pertemuan-pertemuan antara konselor dengan klien; untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan khusus pada tahap pertama. Di sinilah muncul fungsi evaluator dalam asesmen, yang memberikan informasi-informasi  nyata  yang potensial. Hal inilah yang kemudian membuat asesmen menjadi efektif, yang dapat membuat klien mampu  membedakan  latihan yang dilakukan pada saat konseling dan penerapannya di kehidupan nyata dimana klien harus membuat suatu keputusan, atau memilih alternatif-altenatif yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalahnya.


  • Program Implementation, yaitu bagaimana asesmen dilakukan untuk menilai pelaksanaan program dengan memberikan informasi-informasi nyata; yang menjadikan program-program tersebut dapat dinilai apakah sesuai dengan pedoman.


  • Program Improvement, dimana asesmen dapat digunakan dalam dalam perbaikan program, yaitu yang berkenaan dengan: (a) evaluasi terhadap informasi-informasi yang nyata, (b) tujuan yang akan dicapai dalam program, (c)  program-progam yang berhasil, dan (d) informasi-informasi yang mempengaruhi proses pelaksanaan program-program yang lain.


  •  Program certification, yang merupakan akhir kegiatan. Menurut Center for the Study of Evaluation (CSE), program sertifikasi adalah suatu evaluasi sumatif, hal ini memberikan makna bahwa pada akhir kegiatan akan  dilakukan evaluasi akhir  sebagai dasar untuk memberikan sertifikasi kepada klien. Dalam hal ini evaluator berfungsi  pemberi informasi mengenai hasil evaluasi yang akan digunakan  sebagai dasar untuk mengambil keputusan.

Sumber : Siti Rogayah www.sitirogayah.com

Pengertian Sosiometri

Pengertian Sosiometri

Pengertian Sosiometri - Istilah sosiometri berasal dari bahasa Latin socius yang berarti sosial, dan “metrum” yang diartikan sebagai pengukuran. Berdasarkan kata dasar ini, sosiometri digunakan sebagai cara untuk mengukur tingkat antarhubungan individu dalam kelompok. pengukuran tentang antarhubungan tersebut berguna tidak anya dalam melakukan assesment terhadap perilaku individu dalam kelompok, tetapi juga untuk melakukan intervensi untuk menghasilkan perubahan positif dan menetukan seberapa luasnya perubahan itu. Dalam kerja kelompok, sosiometri merupakan alat untuk mengukur kekuatan penurunan konflik dan memperbaiki komunikasi, karena sosiometri kelompok memperbolehkan kelompok untuk melihat dirinya secara objektif dan untuk menganalisis dinamika kelompoknya. Sosiometri ini juga alat yang bagus untuk meng-assess (assessing) dinamika dan perkembangan dalam kelompok pencurahan untuk terapi dan pelatihan.

Salah Satu Contoh Pengukuran Sosiometri


Dengan demikian, sosiometri dapat diartikan sebagai suatu metode atau teknik untuk memahami individu terutama untuk memperoleh data tentang jaringan hubungan sosial antar-individu (antar pribadi) dalam suatu kelompok, berdasarkan prefensi pribadi antar anggota-anggota kelompok. Prefensi pribadi dinyatakan dalam kesukaan untuk berada bersama dalam melakukan kegiatan tertentu atau dinyatakan dalam ungkapan perasaan terhadap anggota-anggota kelompok untuk melakukan suatu kegiatan tertentu. Dalam hal ini sering terjadi bahwa dalam kegiatan yang berbeda, individu memilih teman yang berbeda pula.

Teknik sosiometri bermaksud menemukan dan mencatat relasi aktif tentang struktur kelompok, yaitu pola saling tertarik dan saling menolak. Untuk itu ada dua kriteria yang digunakan oleh pengumpul data, yaitu kriteria afektif dan kriteria fungsional.

Instrumen atau alat untuk memperoleh materi sosiometri adalah angket sosiometri, yaitu dengan menggunakan beberapa pertanyaan yang berisi mengenai siapa yang disukai (dipilih) dan siapa yang tidak disukai (ditolak) diantara anggota kelompoknya. Jawaban responden tentang siapa yang disukai maupun yang tidak disukai tersebut dapat terdiri dari satu,dua,tiga orang  atau lebih. 

Untuk meneliti bentuk-bentuk struktur dari kelompok, sosiometri bisa dimanfaatkan pula untuk tujuan-tujuan praktis, antara lain ialah :

  1. Tujuan diagnostis dan teraupetis.
  2. Memperbaiki humaniralition / kontrak sosial diantara para anggota suatu kelompok tertentu.
  3. Menentukan tim tim kerja, agar bisa beroperasi secara efisien.


Meneliti kemampuan memimpian dari pada seorang individu.

Sumber: Siti Rogayah www.sitirogayah.com

Selasa, 25 Juli 2017

Pengertian Etnografi

Pengertian Etnografi

Pengertian Etnografi - Istilah etnografi berasal dari kata ethnos yang berarti bangsa dan graphy yang berarti tulisan. Jadi, pengertian etnografi adalah deskripsi tentang bangsa-bangsa. Beberapa pendapat ahli antropologi mengenai pengertian etnografi sebagai berikut.

Etnografi

  • Menurut pendapat Spradley dalam Yad Mulyadi (1999), etnografi adalah kegiatan menguraikan dan menjelaskan suatu kebudayaan.
  • Menurut pendapat Spindler dalam Yad Mulyadi (1999), etnografi adalah kegiatan antropologi di lapangan.
  • Menurut pendapat Koentjaraningrat (1985), isi karangan etnografi adalah suatu deskripsi mengenai kebudayaan suatu suku bangsa.

Istilah etnografi sebenarnya merupakan istilah antropologi, etnografi merupakan embrio dari antropologi, lahir pada tahap pertama dari perkembangannya sebelum tahun 1800 an. Etnogarafi juga merupakan hasil catatan penjelajah eropa tatkala mencari rempah-rempah ke Indonesia. Koentjaraningrat, 1989:1 : “Mereka mencatat semua fenomena menarik yang dijumpai selama perjalanannya, antara lain berisi entang adapt istiastiadat,susunan masyarakat,bahasa dan cirri-ciri fisik dari suku-suku bangsa tersebut”.

Etnografi yang akarnya antropologi pada dasarnya merupakan kegiatan peneliti untuk memahami cara orang-orang berinteraksi dan bekerjasama melalui fenomena teramati kehidupan sehari-hari. Etnogarafi adalah pelukisan yang sistematis dan analisis suatu kebudayaan kelompok, masyarakat atau suku bangsa yang dihimpun dari lapangan dalam kurun waktu yang sama.

Sebelum istilah etnografi komunikasi semakin populer dipakai, istilah etnografi berbicara (ethnography of speaking) lebih awal diacu sebagai pemerian pemakaian bahasa lisan. Etnografi komunikasi menjadi lebih luas karena tidak hanya melingkupi modus komunikasi lisan (speaking), tetapi juga melibatkan komunikasi tulis (writing) serta komunikasi isyarat (gesture), gerakan tubuh (kinesics), atau tanda (signing). Pemakaian tuturan Apa khabar?, Comment alle vous? (bahasa Perancis), Hoe gaat het? (bahasa Belanda) dengan arti yang sama tentu saja berbeda modus kemunculannya dengan tuturan Dengan hormat, Dear Sir, Beste Meneer, Hormat kami, sincerely yours.

Studi tentang entnografi, biasanya dibagi ke dalam bagian-bagian tentang unsur-unsur kebudayaan menurut satu tata urutan yang sudah baku yang disebut kerangka etnografi. Kerangka etnografi yang umum dipergunakan oleh para ahli antropologi adalah memakai sistem dari unsur yang paling konkret ke yang paling abstrak. Disamping itu, sebuah kerangka etnografi perlu didahului dengan suatu bagian permulaan yang mendeskripsikan lokasi dan lingkungan geografi dan wilayah suku bangsa yang bersangkutan. Dengan demikian susunan kerangka etnografi dapat terdiri dari :
a. lokasi, lingkungan alam dan demografi
b. Asal mula dan sejarah suku bangsa
c. Bahasa
d. Sistem teknologi
e. Sistem ekonomi (sistem mata pencaharian
f. Organisasi sosial
g. Sistem pengetahuan 
h. Kesenian
i. Sistem religi.
Pengertian Agama Dalam Antropologi

Pengertian Agama Dalam Antropologi

Pengertian Agama Dalam Antropologi - Agama mengandung pengertian yang berhubungan serta mengatur segala aspek kehidupan manusia yang bersifat rohaniah dan bersifat jasmaniah. Agama sebagai pengatur hidup akan dapat dirasakan manfaatnya apabila pemeluknya menghayati dan mengamalkan ajaran agamanya itu.

Pengertian Agama Dalam Antropologi


Istilah agama dalam bahasa Inggris dikenal sebagai religion, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah religie, serta dalam bahasa Arab dipergunakan kata ad din. Ad din merupakan suatu istilah untuk menyebut satu macam ilmu yang berdasarkan iman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, yang disampaikan kepada Rasul atau utusan-Nya dengan jalan wahyu. Dalam bahasa Latin, istilah religion berasal dari kata re-eligare, yang berarti memilih kembali dari jalan sesat ke jalan Tuhan. Istilah agama, semula berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri atas tiga suku kata, yakni: a, gam, dan a. Huruf: a sebagai awal kata mengandung makna: tidak, kata: gam sebagai akar kata kerja berarti pergi, sedangkan huruf: a sebagai akhiran tidak mengandung makna apapun. Dengan demikian istilah agama dalam bahasa Sanskerta berarti tidak pergi, tetap di tempat, langgeng, abadi. Istilah agama dalam bahasa Sanskerta juga bisa diartikan sebagai suatu doktrin, atau aturan tradisional yang suci.

Pengertian agama dalam arti jiwa kerohanian agama yang bersangkutan mengandung makna sebagai dharma dan kebenaran abadi yang mencakup seluruh kehidupan manusia.

Adapun menurut pendapat Anthony FC Wallace, dalam bukunya yang berjudul “An Antropological View “, definisi agama adalah seperangkat upacara, yang diberi rasionalisasi mitos, dan yang menggerakkan kekuatan-kekuatan supranatural dengan maksud untuk mencapai atau untuk menghindarkan sesuatu perubahan keadaan pada manusia atau alam. Jadi, menurut pandangan Wallace, agama dapat dipandang sebagai kepercayaan dan pola perilaku, yang oleh manusia digunakan untuk mengendalikan aspek alam semesta yang tidak dapat dikendalikan manusia.

Ogburn dan Nimkoff dalam bukunya yang berjudul “Sociology” mendefinisikan agama sebagai suatu pola akidah-akidah atau kepercayaan-kepercayaan, sikap emosional dan praktik-praktik yang dipakai oleh sekelompok manusia untuk mencoba memecahkan soal-soal “ultimate“ dalam kehidupan manusia. Dalam hal ini Ogburn dan Nimkoff hanya memandang agama sebagai suatu gejala sosial dan tidak menyebut agama sebagai pegangan atau tuntunan bagi kehidupan manusia.

Emile Durkheim, merumuskan definisi agama sebagai suatu keseluruhan yang bagian-bagiannya saling bersandar satu sama lain, terdiri atas akidah-akidah (kepercayaan) dan ibadat-ibadat, semuanya dihubungkan dengan hal-hal yang suci dan mengikat pengikutnya dalam suatu masyarakat religius. Secara operasional Mircea Eliade dalam bukunya yang berjudul “The Sacred and the Profane“ menjelaskan bahwa seorang beragama ialah orang yang menyadari perbedaanperbedaan pokok antara yang suci dan yang biasa (profan), serta mengutamakan yang suci.

Selasa, 18 Juli 2017

no image

Pengertian Klausal Baku

Pengertian Klausal Baku - Klausul baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha, yang dituangkan dalam suatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib diperhuhi konsumen. Oleh karena itu, Perjanjian jual beli memuat klausul jual beli yang disepakati penjual dan pembeli yang merupakan produk hukum berdasarkan Kitab Undangundang Perdata (KHU Per) Buku III mengenai Perihal Perikatan, “Memuat hukum kekayaan yang mengenai hak-hak dan kewajibankewajiban yang berlaku terhadap orang-orang atau pihak-pihak tertentu”,yang akan digunakan sebagai dasar pelaksanaan dalam transaksi jualbbeli yang akan mereka langsungkan, pada umumnya memuat klausulbsebagai berikut :


1. Tempat dan waktu (tanggal) dibuat perjanjian
Tempat dan waktu (tanggal) dibuatnya perjanjian oleh kedua belahbpihak dapat dicantumkan pada awal kalimat perjanjian ataubpenutup perjanjian

2. Subyek perjanjian jual beli ( nama orang atau perusahaan danbalamat pihak-pihak yang melakukan jual/beli tersebut).
Subyek dalam perjanjian jual beli adalah pihak penjual dan pembelibyang melakukan kesepakatan jual beli. Dalam perjanjian jual beli itubdisebut nama penjual atau wakil perusahaan yang menjual danbnama pembeli atau wakil perusahaan pembeli.bPihak penjual dalam perjanjian itu biasanya disebut sebagai PihakbKesatu sedangkan pihak pembeli disebut sebagai Pihak kedua.

3. Obyek perjanjian jual beli (nama, jenis atau tipe, kualitas dan jumlahbbarang yang dibeli).
Obyek dalam perjanjian jual beli adalah barang (produk) yangbdiperjual belikan oleh pihak penjual dan pembeli, antara lain meliputibnama jenis barang, spesifikasi teknis, warna dan banyaknya sertabkualitas barang

4. Peraturan (persyaratan) perjanjian transaksi jual belibketentuan (syarat-syarat) perjanjian transaksi jual beli yangbdicantumkan dalam perjanjian memuat hal-hal yang berkaitanbdengan hak-hak dan kewajiban penjual dan pembeli, antara lain:

  • Syarat dan cara pembayaran
  • Sanksi keterlambatan pembayaran
  • Cara pengiriman barang;
  • Asuransi barang dalam perjalanan;
  • Harga dan pajak terkait atas penjualan barang kena pajak;
  • Klaim atas keadaan barang atau ketentuan pengembalian (retur);
  • Sanksi atau penalti atas keterlambatan kedatangan barang, dan
  • Sanksi atau penalti atas keterlambatan pembayaran.
5. Jaminan (garansi) bank atau jaminan pribadi (personal guarante) 
Garansi bank adalah simpanan uang di bank yang dimaksudkan untuk memberikan rasa aman apabila diantara yang mengadakan perjanjian cedera janji (wan prestasi), maka salah satu pihak bisa mengeksekusi atau menggunakan jaminan tersebut sebagai pengganti pembayaran atas kerugian yang ditimbulkan. Sedangkan Jaminan pribadi apabila diantara yang mengadakan perjanjian cedera janji (wanprestasi), orang tersebut diminta pertanggug-jawaban secara pribadi untuk membayar kerugian yang ditimbulkan.

6. Masa berlakunya perjanjian jual beli
Masa berlakunya perjanjian jual beli harus dicantumkan sebagai pedoman apakah perjanjian ini menganut satu kali atau terus menerus selama periode (periode waktu) tertentu

7. Syarat atau ketentuan khusus (Syarat force majeure) 
ketentuan khusus yang mengatur mengenai kemungkinan terjadinya situasi atau kondisi diluar kemampuan para pihak yang melakukan perjanjian, meliputi :
a. Mengenai retur ( pengembalian karena komplain ) barang,
b. Mengenai penggantian barang atau penukaran, dan
c. Garansi (jaminan) barang,
d. Penyelesaian perselisihan.

8. Penyelesaian Sengketa
Untuk menyelesaikan sengketa yang mungkin terjadi antara pelaku usaha, dapat di luar pengadilan atau melalui lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha, melalui pengadilan yang berada di peradilan umum,

9. Pengesahan perjanjian jual beli
Perjanjian jual beli pengesahannya dilakukan oleh kedua belah pihak yang melakukan perjanjian, yaitu dengan cara menandatangani perjanjian oleh masing-masing pihak. Dalam hal ini, disamping tandatangan dapat pula ditambah dengan cap perusahaan. Perjanjnjian tersebut dibubuhi meterai senilai Rp 6.000,00 apabila nilai transaksi diatas satu juta rupiah (Rp. 1.000.000,00) besarnya bea meterai bisa berubah sesuai Peraturan Pemerintah/Keputusan Menteri Keuangan.

10. Saksi dalam perjanjian jual beli
Pada hakekatnya penandatanganan perjanjian oleh kedua belah pihak sudah memadai, tidak lagi diperlukan adanya sanksi-sanksi. Perjanjian antara kedua belah pihak yang melakukan perjanjian merupakan produk hukum. Dalam KUH Perdata Pasal 1338 disebutkan bahwa : “ Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang- undang bagi mereka yang membuatnya “ Namun demikian, bila kedua belah pihak menginginkan adanya saksi, dapat saja mengundang dua orang saksi untuk membubuhkan tanda tangan pada perjanjian tersebut. Namun
demikian, akan lebih mempunyai kekuatan hukum yang mengikat, jika perjanjian jual beli dapat dibuat di depan Notaris.

11. Tanda tangan pihak-pihak yang melakukan perjanjian.
Mengacu pada Undang-undang No. 8 Tahun 1999, Tentang perlindungan Konsumen Pasal 8 dan 18, mengenai perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha serta klausul baku. Dalam perjanjian jual beli, pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan wajib menyesuaikan klausa baku yang tidak bertentangan dengan Undang-undang (pasal 18). Berikut ini, adalah contoh Pengikatan Perjanjian Jual Beli yang berisi tanggung jawab pelaku usaha maupun pembeli, yang didalamnya berisi klausul baku pengikatan jual beli yang disetujui oleh pelaku usaha dengan bukti telah ditandatangani pelaku usaha dengan ditempel meterai Rp. 6.000,00

Senin, 10 Juli 2017

Pengertian Roman

Pengertian Roman

Pengertian Roman - Istilah roman diambil dari bahasa Prancis abad ke-12 yang kemudian menjadi sangat populer, bahkan juga mempunyai arti slang yaitu pacaran. Hal ini terjadi mungkin karena dalam roman biasa dikisahkan percintaan dua orang muda. Roman menceritakan kehidupan pelaku dari lahir sampai meninggal. Roman lebih panjang daripada novel.

Pengertian Roman


Roman Indonesia yang penting misalnya Salah Asuhan (1928), Atheis, Belenggu, Keluarga Gerilya, Jalan Tak Ada Ujung, Pada Sebuah Kapal. Beberapa Roman Indonesia sudah difilmkan. Misalnya: Siti Nurbaya karangan Marah Rusli. Roman adalah sebuah karya gambaran dunia yang diciptakan oleh pengarangnya, yang di dalamnya menampilkan keseluruhan hidup suatu tokoh beserta permasalahannya, terutama dalam hubungan dengan kehidupan sosialnya.

 Berdasarkan penitikberatan cerita, roman dibagi dalam :

  1. Roman Kriminal dan Detektif ( Krimi –und Detektivroman)
  2. Roman Petualangan ( Abendteuerroman)
  3. Roman Psikologi ( psychologischer Roman )
  4. Roman Pencintaan (Liebesroman)
  5. Roman Hiburan (Unterhaltungsroman)
  6. Roman Anak dan Remaja (Kinder-und Jugendroman)
  7. Roman pendidikan (Bildsdungsroman) 
Roman dalam arti lain merupakan suatu cerita yang memiliki urutan kejadian yang bersambung antara yagn satu dengan yang lainnya. Yang dapat melukiskan beberapa pengalaman-pengalaman dari batin dan juga lahir yang berasal dari tokoh-tokoh yang berasal dari situasi hidup tertentu.

Roman memang sengaja di ciptakan atau di buat untuk dapat menampilakn secara keseluruhan dari perjalanan hidup sang tokoh, semua lengkap bahkan dengan segala permasalahan yang ada termasuk dengan segala permasalannya dengan kehidupan sosialnya yang di ceritakan oleh si pengarang.
no image

Pengertian Cerpen

Pengertian Cerpen - Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek (2-20 halaman). Namun, tidak semua cerita yang pendek merupakan cerpen. Ada juga yang berupa sketsa, anekdot, fabula, dongeng, atau reportase. Kekhasan cerpen ialah melukiskan suatu insiden yang unik, yang tidak terjadi di tempat lain, pada waktu lain, dan dengan orang lain, dan tidak dapat diulang. Cerpen berisi hal-hal yang tidak rutin terjadi setiap hari, misalnya tentang suatu perkenalan, jatuh cinta, atau suatu hal yang sulit dilupakan. Semuanya bersifat imajinatif. Walaupun berupa cerita pendek, cerpen punya alur (plot), klimaks, dan akhir. Cerpen selalu sampai pada tahap penyelesaian. Padat di dalam penguraiannya dan watak tokoh-tokohnya telah terbentuk.

Proses menulis sebuah cerpen dimulai dari suatu kenyataan/kejadian. Kenyataan tersebut mendorong orang untuk mengarang. Kemudian orang menentukan atau memilih ide yang akan menjadi dasar karangannya. Setelah me-nentukan ide dasarnya, proses dilanjutkan dengan merencanakan alur/plot.

Di Indonesia cerpen mulai ditulis sekitar 1930. Kumpulan cerpen yang pertama adalah Teman Duduk karya M. Kasim (1936). Cerpen kemudian dikembangkan oleh pengarang Pujangga Baru, seperti Armin Pane dan Hamka. Selanjutnya cerpen berkembang dengan pesat setelah tahun 1950 dan kini merupakan bentuk prosa yang dominan karena mudah disampaikan melalui surat kabar, majalah, dan radio. Bahkan ada majalah yang semata-mata memuat cerpen. Suman H.S. dikenal sebagai “Bapak Cerpen dan Novelis Indonesia”. Novel pertamanya adalah Kasih Tak Terlerai (1929).

Minggu, 02 Juli 2017

Pengertian Laporan

Pengertian Laporan

Pengertian Laporan - Laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kenyataan. Pada dasarnya fakta yang disajikan tersebut berkenaan dengan tanggung jawab pihak yang diberi tugas kepada pihak yang memberi tugas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa yang dimaksud dengan laporan adalah tulisan panjang berisi kejadian berikut persoalannya berdasarkan pengamatan sendiri yang disusun secara resmi, sampai sedetail-detailnya. Menurut Slamet Soeseno, dalam bukunya yang berjudul Teknik Penulisan Ilmiah Populer, laporan berarti cara penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Jadi, laporan hasil pengamatan dapat kita artikan sebagai tulisan yang memuat informasi mengenai kegiatan pengamatan terhadap objek tertentu yang dibuat oleh penulis sehubungan dengan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Pengertian Laporan

Sebuah laporan disusun apabila seseorang mendapat tugas untuk melakukan suatu kegiatan. Isi laporan adalah semua fakta yang didapatkan pada saat melakukan kegiatan. Pendapat kita selaku si pelapor tidak dibaurkan dengan isi laporan, melainkan ditempatkan pada bagian saran.

Jadi, laporan merupakan salah satu alat yang resmi untuk menyampaikan informasi. Di samping sebagai penyampai informasi, laporan juga berfungsi sebagai:
1. pertanggungjawaban tertulis dari orang yang diberi tugas;
2. landasan bagi pemimpin dalam mengambil kebijakan/ keputusan;
3. alat bagi pemimpin untuk melakukan pengawasan; dan
4. dokumen untuk bahan studi serta sumber pengalaman bagi orang lain.

Laporan pada umumnya memiliki sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat laporan, antara lain:

  1. laporan ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar (bahasa yang digunakan adalah bahasa resmi, disampaikan secara lugas, tidak bertele- tele),
  2. laporan disusun secara sistematis, dengan tata urutan yang jelas (urutan waktu, hal, peristiwa, dan lain-lain),
  3. laporan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat,
  4. fakta yang digunakan dalam laporan harus dapat dipercaya,
  5. laporan harus dapat menimbulkan gambaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan kondisi penerima laporan, dan
  6. laporan harus dibuat lengkap dan sesempurna mungkin (semua kegiatan yang dilakukan disampaikan dalam laporan).

Senin, 26 Juni 2017

Pengertian dan Desain Evaluasi Program

Pengertian dan Desain Evaluasi Program

Pengertian dan Desain Evaluasi Program - Program adalah suatu rencana yang melibatkan berbagai unit  yang berisi kebijakan dan rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam kurun waktu tertentu.
Evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.

Pengertian dan Desain Evaluasi Program

Jadi, Evaluasi program merupakan pelayanan bantuan kepada pelaksana program untuk memberikan input bagi pengambilan keputusan tentang kelangsungan program tersebut. Oleh karena itu, maka pelaksana evaluasi program harus memahami seluk beluk program yang dinilai. Adapun langkah-langkah desain evaluasi, diantaranya yaitu :(Purwanto, 1999, hal. 73).

Evaluasi program bertujuan untuk mengetahui pencapaian tujuan program yang telah dilaksanakan. Selanjutnya, hasil evaluasi program digunakan sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan tindak lanjut atau untuk melakukan pengambilan keputusan berikutnya. Evaluasi  sama artinya dengan kegiatan supervisi. Kegiatan evaluasi/supervisi dimaksudkan untuk mengambil keputusan atau melakukan tindak lanjut dari program yang telah dilaksanakan. Manfaat dari evaluasi program dapat berupa penghentian program, merevisi program, melanjutkan program, dan menyebarluaskan program


1. Menyusun desain evaluasi
Pada langkah ini evaluator mulai mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi, mulai menentukan tujuan evaluasi, model yang digunakan, informasi yang akan dicari, serta metode pengumpulan dan analisis data.

2. Pengembangan instrument pengembangan data
Setelah metode pengumpulan data-data ditentukan, langkah selanjutnya adalah menentukan bentuk instrument yang akan digunakan serta kepada siapa instrument ditujukan (responden). Kemudian setelah itu dikembankan butir-butir dalam instrument.

3. Pengumpulan data, analisis dan judgement
Pada langkah ini evaluator terjun kelapangan untuk mengimplementasikan desain yang telah dibuat, mulai dari pengumpulan dan menganalisis data, menginterprestasikan, dan menyajikan Dalam bentuk yang mudah untuk dipahami dan komunikatif.Pengumpulan data bisa dengan populasi atau teknik sampling.Berdasarkan data yang dikumpulkan kemudian dianalisis kemudian judgement berdasarkan kriteria atau standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari hasil judgement kemudian disusun rekomendasi kepada penyelenggra kegiatan maupun pihak lain yang berkepentingan dengan kegiatan.

4. Menyusun hasil laporan evaluasi
Laporan disusun sesuai dengan kontrak yang telah disetujui.Gaya dan format penyampaian laporan harus diesusaikan dengan penerima laporan.

Pengertian Evaluasi

Pengertian Evaluasi

Pengertian Evaluasi - Menurut pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang berarti penilaian atau penaksiran.Sedangkan menurut pengertian istilah evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk megetahui keadaan sesuatu program dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur untuk memperoleh kesimpulan.(Thoha, 1991, hal. 1)

Pengertian Evaluasi


Evaluasi mempunyai arti yang berbeda untuk guru yang berbeda. Menurut Cross “Evaluation is a procces which determines the extent to which objectives have been achieved”. Evaluasi merupakan proses yag menentukan kondisi dimana suatu tujuan telah dapat dicapai.Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada piha-pihak yang berkepentingan, diantaranya terhadap peserta didik, lembaga, dan program pendidikan.(Sukardi, 2015, hal. 1)

Definisi ini menerangkan secara langsung hubungan evaluasi dengan tujuan suatu kegiatan yang mengukur derajat, dimana suatu tujuan dapat dicapai. Sebenarnya evaluasi juga merupakan proses memahami, memberi arti, mendapatkan, dan mengkomunikasikan suatu informasi bagi keperluan pengambil keputusan.

Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program.Ada beberapa pengertian “program” itu sendiri. Didalam kamus tertulis :(Arikunto, 2015, hal. 325)
a. Program adalah rencana,
b. Program adalah kegiatan yang direncanakan dengan saksama.

Melakukan evaluasi program adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan. Berdasarkan pemahaman diatas dapat pemakalah simpulkan bahwa yang dimaksud dengan desain evaluasi program adalah suatu rancangan atau kerangka penilaian yang terencana untuk megetahui keadaan sesuatu program dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolok ukur untuk memperoleh kesimpulan.