Pengertian ILMU

Jumat, 03 April 2026

Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital

Perkuat Kemandirian Industri Alat Kesehatan Nasional, Astra Komponen Indonesia Hadirkan Alat Kesehatan Berbasis Teknologi Digital

BOGOR: Sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian sektor kesehatan nasional, PT Astra Komponen Indonesia (ASKI), anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, pada hari ini (1/4) meluncurkan enam alat kesehatan berbasis teknologi digital.


Enam alat kesehatan yang diluncurkan meliputi ultrasonography 4D, syringe pump, infusion pump, electrocardiograph 12 channel, tensimeter sekaligus alat pengukur kadar gula, kolesterol, dan asam urat GCU 4in1, serta GCU 3in1 yang diintegrasikan dengan aplikasi digital dan predictive analytics berbasis Artificial Intelligence untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan terintegrasi.


Dengan menghadirkan alat kesehatan berbasis teknologi digital yang didukung kapabilitas research & development (R&D) dan fasilitas produksi di dalam negeri, ASKI tidak hanya memperluas portofolio produk dalam negeri, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pemanfaatan alat kesehatan lokal di fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga dapat mendorong terciptanya menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.


Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri. Selain itu, kehadiran alat kesehatan tersebut merupakan wujud komitmen ASKI dalam mendukung pelayanan kesehatan dan kegiatan screening kesehatan masyarakat.


Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasinya terhadap ASKI yang berkontribusi pada sektor industri alat kesehatan dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan nasional dan menciptakan lapangan kerja.


“Ada tiga hal penting mengapa kami mendorong kemandirian alat kesehatan di Indonesia. Pertama, kami ingin menyediakan alat kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Kedua, dengan dukungan alat kesehatan dalam negeri, kami ingin memastikan ketahanan sistem kesehatan nasional, dan ketiga, dengan kemandirian alat kesehatan dalam negeri, sektor kesehatan dapat menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menteri Kesehatan dalam peluncuran alat kesehatan ASKI hari ini.


“Melalui penguatan kemampuan R&D, pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, dan pengembangan alat kesehatan berbasis teknologi, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia. Langkah ini merupakan wujud dari kontribusi kami dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional. Kami percaya, semakin kuat industri alat kesehatan dalam negeri, semakin besar pula kemampuan kita dalam menghadirkan layanan kesehatan untuk masyarakat yang berkualitas, lebih merata, dan berkelanjutan, sehingga meningkatan ketahanan sektor kesehatan nasional,” ujar Hamdhani Dzulkarnaen Salim, Presiden Direktur Astra Otoparts, dalam sambutannya.



Selain peluncuran produk alat kesehatan, Menteri Kesehatan mengunjungi fasilitas produksi plastic injection dan alat kesehatan ASKI, R&D, laboratorium, dan showroom untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai kesiapan industri dalam negeri dalam mengembangkan dan memproduksi alat kesehatan berbasis teknologi.


Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pemanfaatan alat kesehatan produksi dalam negeri di fasilitas pelayanan kesehatan menunjukkan tren peningkatan secara signifikan, dari sekitar 12% pada tahun 2019 menjadi sekitar 48% pada tahun 2024. Meskipun demikian, jumlah alat kesehatan yang beredar di Indonesia masih didominasi oleh produk impor, dengan lebih dari 59.000 produk luar negeri dibandingkan sekitar 19.000 produk dalam negeri.


Kondisi ini menegaskan pentingnya percepatan penguatan industri alat kesehatan nasional, agar dapat meningkatkan penggunaan alat kesehatan dalam negeri, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap produk luar negeri.


Ekosistem Industri Alat Kesehatan

Melalui peluncuran alat kesehatan ini, ASKI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari ekosistem industri alat kesehatan nasional yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah (dalam hal ini Kemenkes dan Kemenperin), universitas, industri, dan distributor diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian alat kesehatan nasional sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi masyarakat Indonesia. Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.


Sinergi tersebut juga tercermin melalui kolaborasi yang telah terjalin bersama PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, dalam pengembangan solusi alat kesehatan berbasis teknologi digital. Kolaborasi ini antara lain diwujudkan melalui pengembangan perangkat GCU 4in1 dan 3in1 yang mendukung kegiatan screening serta deteksi dini penyakit tidak menular melalui pemanfaatan teknologi berbasis data.


GCU 4in1 merupakan perangkat multifungsi pertama di Indonesia yang mengintegrasikan pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu alat. Sementara itu, GCU 3in1 menghadirkan solusi praktis untuk pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kedua perangkat ini dirancang untuk mendukung deteksi dini penyakit tidak menular serta mendorong layanan kesehatan yang terintegrasi dan berbasis data, sekaligus memudahkan pemantauan kesehatan secara komprehensif dan berkelanjutan.


Lebih lanjut, ASKI juga terus mengarahkan inovasi produknya untuk mendukung penguatan layanan kesehatan yang lebih promotif dan preventif. Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi pada penguatan industri, tetapi juga pada peningkatan akses layanan kesehatan untuk masyarakat yang lebih luas dan merata.


Sejak melakukan diversifikasi ke sektor alat kesehatan pada tahun 2020, ASKI terus memperluas pengembangan produknya dan hingga saat ini telah menghasilkan lebih dari 30 jenis alat kesehatan dengan kandungan tingkat komponen dalam negeri yang mencapai kisaran 40–59% serta bobot manfaat perusahaan sebesar 12,7%. Capaian ini mencerminkan kontribusi nyata ASKI dalam memperkuat industri nasional dan sekaligus mendorong pemberdayaan usaha menengah dan kecil menengah lokal.


Seluruh proses pengembangan, mulai dari desain produk serta pengembangan sistem mekanik, elektronik, dan perangkat lunak, hingga pembuatan tooling, dilakukan secara mandiri di dalam negeri. Melalui langkah ini, ASKI menegaskan perannya sebagai bagian dari upaya dalam membangun industri alat kesehatan nasional yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing global, sekaligus mendukung peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat Indonesia.


Minggu, 21 Desember 2025

Jajal Langsung Laptop AI dan Gaming Terjangkau di ASUS Gathering Makassar

Jajal Langsung Laptop AI dan Gaming Terjangkau di ASUS Gathering Makassar

Saya berkesempatan menghadiri ASUS Gathering di Makassar, sebuah acara yang memberi saya kesempatan untuk melihat sekaligus mencoba langsung inovasi teknologi terbaru dari ASUS. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, ASUS membawa pendekatan yang menurut saya cukup menarik: menghadirkan laptop AI dan laptop gaming terjangkau yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh pengguna sehari-hari.


Di acara ini, saya tidak hanya melihat jajaran produk yang dipamerkan, tetapi juga mencoba langsung berbagai laptop di Area Display & Demo. Dari sini, saya bisa merasakan bagaimana performa, kenyamanan, dan fitur-fitur yang ditawarkan ASUS bekerja dalam penggunaan nyata, bukan sekadar klaim di atas kertas. Sebagai blogger, pengalaman langsung seperti ini menjadi bekal penting untuk menuliskan cerita yang jujur dan relevan bagi pembaca.

Pengalaman Langsung Mencoba Laptop AI ASUS



Saat saya mencoba beberapa laptop AI ASUS yang dipamerkan, hal pertama yang langsung terasa adalah respons sistemnya. Laptop terasa cepat saat membuka banyak aplikasi sekaligus, mulai dari browser dengan banyak tab, dokumen kerja, hingga aplikasi produktivitas lain. ASUS sendiri mengusung konsep laptop AI dengan dukungan Neural Processing Unit (NPU), yang memungkinkan pemrosesan berbasis AI berjalan langsung di perangkat.

Menurut saya, kehadiran NPU ini bukan sekadar tren. Dalam penggunaan nyata, laptop terasa lebih efisien dan stabil untuk aktivitas harian seperti bekerja, belajar, dan meeting online. Beberapa fitur berbasis AI juga terasa membantu, misalnya dalam pengolahan suara agar lebih jernih saat video conference, serta optimasi sistem saat menjalankan banyak tugas sekaligus.

Asus Vivobook S14

Dari sisi desain, laptop AI ASUS yang saya coba terasa tipis dan ringan. Ini menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi pengguna yang sering berpindah tempat. Saya pribadi merasa laptop seperti ini sangat cocok dibawa ke kampus, kantor, atau sekadar bekerja dari kafe tanpa harus merasa terbebani oleh bobot tas.

Selain itu, layar yang ditampilkan juga terasa nyaman di mata. Untuk penggunaan jangka panjang, seperti mengetik artikel atau mengedit dokumen, hal ini cukup penting agar mata tidak cepat lelah.

Laptop Gaming Terjangkau yang Tetap Serius

Selain lini laptop AI, saya juga melihat langsung bagaimana ASUS memamerkan berbagai laptop gaming terjangkau yang ditujukan untuk gamer kasual hingga menengah. Menurut saya, seri ASUS Gaming V16 menjadi contoh nyata bahwa perangkat gaming tetap bisa menawarkan performa kompetitif tanpa harus menguras kantong.

ASUS Gaming V16 hadir dengan pilihan grafis NVIDIA RTX Series, seperti RTX 3050 dan RTX 4050 di beberapa varian. Dari informasi yang saya baca dan pengalaman melihat langsung di area demo, spesifikasi ini sudah cukup mumpuni untuk menjalankan game modern dengan baik di pengaturan menengah hingga tinggi. Untuk gamer yang ingin bermain dengan lancar tanpa harus mengejar setting ultra, laptop ini terasa cukup realistis.

Yang menarik perhatian saya, laptop gaming ini dirancang agar tetap seimbang antara performa, mobilitas, dan harga. Pendekatan ini menurut saya penting untuk menjangkau gamer yang lebih luas, termasuk pelajar atau pengguna pemula yang ingin menikmati pengalaman gaming tanpa harus membeli perangkat dengan harga premium.

Desainnya pun tidak terlalu mencolok seperti laptop gaming kelas atas. Bagi saya, ini justru menjadi kelebihan karena laptop tetap terlihat pantas digunakan untuk keperluan lain seperti kuliah, kerja, atau aktivitas produktif sehari-hari.

Ekosistem dan Konsep Perfect Pair


ASUS juga menampilkan berbagai aksesori pendukung yang mereka sebut sebagai Perfect Pair, seperti tas, mouse, dan perlengkapan lain yang dirancang agar cocok dengan laptop tertentu. Menurut saya, ini mungkin terlihat sebagai detail kecil, tetapi justru cukup berpengaruh pada kenyamanan penggunaan sehari-hari.

Dengan aksesori yang tepat, pengalaman menggunakan laptop bisa terasa lebih maksimal. Misalnya, mouse yang nyaman digunakan atau tas yang pas dengan ukuran laptop tentu sangat membantu mobilitas, terutama bagi pengguna yang sering bepergian.

Konsep ekosistem ini menunjukkan bahwa ASUS tidak hanya menjual laptop sebagai perangkat tunggal, tetapi juga menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih menyeluruh. Bagi pengguna aktif, hal seperti ini jelas menjadi nilai tambah.

Kenyamanan Penggunaan Jadi Faktor Penentu

Dari semua laptop yang saya coba, baik AI maupun gaming, kenyamanan penggunaan menjadi hal yang paling saya perhatikan. Keyboard terasa nyaman untuk mengetik dalam waktu lama, layar enak dipandang, dan sistem pendingin bekerja cukup senyap. Hal-hal seperti ini sering kali justru menjadi penentu kepuasan jangka panjang, bukan hanya angka spesifikasi.

Menurut saya pribadi, performa tinggi akan terasa sia-sia jika laptop tidak nyaman digunakan sehari-hari. Di titik ini, ASUS terlihat cukup konsisten menjaga keseimbangan antara performa, desain, dan kenyamanan.

Dari pengalaman saya mencoba langsung di Makassar, satu hal yang paling terasa adalah bagaimana ASUS berusaha menghadirkan teknologi yang semakin dekat dengan kebutuhan pengguna. Baik melalui laptop AI yang mendukung produktivitas harian maupun laptop gaming terjangkau yang tetap serius soal performa, semuanya terasa dirancang agar mudah diakses oleh lebih banyak orang.

Bagi saya pribadi, kehadiran ASUS di Makassar bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan bukti bahwa inovasi tidak harus selalu mahal atau rumit. Dengan pilihan laptop yang beragam, ASUS memberi ruang bagi pengguna untuk memilih perangkat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk bekerja, belajar, maupun bermain game.

Minggu, 07 Desember 2025

no image

Game Interaktif Pembelajaran IPF

Quiz Learning Game