Saya berkesempatan menghadiri ASUS Gathering di Makassar, sebuah acara yang memberi saya kesempatan untuk melihat sekaligus mencoba langsung inovasi teknologi terbaru dari ASUS. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, ASUS membawa pendekatan yang menurut saya cukup menarik: menghadirkan laptop AI dan laptop gaming terjangkau yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh pengguna sehari-hari.
Di acara ini, saya tidak hanya
melihat jajaran produk yang dipamerkan, tetapi juga mencoba langsung berbagai
laptop di Area Display & Demo. Dari sini, saya bisa merasakan bagaimana
performa, kenyamanan, dan fitur-fitur yang ditawarkan ASUS bekerja dalam
penggunaan nyata, bukan sekadar klaim di atas kertas. Sebagai blogger,
pengalaman langsung seperti ini menjadi bekal penting untuk menuliskan cerita
yang jujur dan relevan bagi pembaca.
Pengalaman Langsung Mencoba
Laptop AI ASUS
Saat saya mencoba beberapa laptop
AI ASUS yang dipamerkan, hal pertama yang langsung terasa adalah respons
sistemnya. Laptop terasa cepat saat membuka banyak aplikasi sekaligus, mulai
dari browser dengan banyak tab, dokumen kerja, hingga aplikasi produktivitas
lain. ASUS sendiri mengusung konsep laptop AI dengan dukungan Neural Processing
Unit (NPU), yang memungkinkan pemrosesan berbasis AI berjalan langsung di
perangkat.
Menurut saya, kehadiran NPU ini
bukan sekadar tren. Dalam penggunaan nyata, laptop terasa lebih efisien dan
stabil untuk aktivitas harian seperti bekerja, belajar, dan meeting online.
Beberapa fitur berbasis AI juga terasa membantu, misalnya dalam pengolahan
suara agar lebih jernih saat video conference, serta optimasi sistem saat
menjalankan banyak tugas sekaligus.
![]() |
| Asus Vivobook S14 |
Dari sisi desain, laptop AI ASUS
yang saya coba terasa tipis dan ringan. Ini menjadi nilai tambah tersendiri,
terutama bagi pengguna yang sering berpindah tempat. Saya pribadi merasa laptop
seperti ini sangat cocok dibawa ke kampus, kantor, atau sekadar bekerja dari
kafe tanpa harus merasa terbebani oleh bobot tas.
Selain itu, layar yang
ditampilkan juga terasa nyaman di mata. Untuk penggunaan jangka panjang,
seperti mengetik artikel atau mengedit dokumen, hal ini cukup penting agar mata
tidak cepat lelah.
Laptop Gaming Terjangkau yang
Tetap Serius
Selain lini laptop AI, saya juga
melihat langsung bagaimana ASUS memamerkan berbagai laptop gaming terjangkau
yang ditujukan untuk gamer kasual hingga menengah. Menurut saya, seri ASUS
Gaming V16 menjadi contoh nyata bahwa perangkat gaming tetap bisa menawarkan
performa kompetitif tanpa harus menguras kantong.
ASUS Gaming V16 hadir dengan
pilihan grafis NVIDIA RTX Series, seperti RTX 3050 dan RTX 4050 di beberapa
varian. Dari informasi yang saya baca dan pengalaman melihat langsung di area
demo, spesifikasi ini sudah cukup mumpuni untuk menjalankan game modern dengan
baik di pengaturan menengah hingga tinggi. Untuk gamer yang ingin bermain
dengan lancar tanpa harus mengejar setting ultra, laptop ini terasa cukup
realistis.
Yang menarik perhatian saya,
laptop gaming ini dirancang agar tetap seimbang antara performa, mobilitas, dan
harga. Pendekatan ini menurut saya penting untuk menjangkau gamer yang lebih
luas, termasuk pelajar atau pengguna pemula yang ingin menikmati pengalaman
gaming tanpa harus membeli perangkat dengan harga premium.
Desainnya pun tidak terlalu
mencolok seperti laptop gaming kelas atas. Bagi saya, ini justru menjadi
kelebihan karena laptop tetap terlihat pantas digunakan untuk keperluan lain
seperti kuliah, kerja, atau aktivitas produktif sehari-hari.
Ekosistem dan Konsep Perfect
Pair
ASUS juga menampilkan berbagai aksesori
pendukung yang mereka sebut sebagai Perfect Pair, seperti tas,
mouse, dan perlengkapan lain yang dirancang agar cocok dengan laptop tertentu.
Menurut saya, ini mungkin terlihat sebagai detail kecil, tetapi justru cukup
berpengaruh pada kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Dengan aksesori yang tepat,
pengalaman menggunakan laptop bisa terasa lebih maksimal. Misalnya, mouse yang
nyaman digunakan atau tas yang pas dengan ukuran laptop tentu sangat membantu
mobilitas, terutama bagi pengguna yang sering bepergian.
Konsep ekosistem ini menunjukkan
bahwa ASUS tidak hanya menjual laptop sebagai perangkat tunggal, tetapi juga
menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih menyeluruh. Bagi pengguna aktif,
hal seperti ini jelas menjadi nilai tambah.
Kenyamanan Penggunaan Jadi
Faktor Penentu
Dari semua laptop yang saya coba,
baik AI maupun gaming, kenyamanan penggunaan menjadi hal yang paling saya
perhatikan. Keyboard terasa nyaman untuk mengetik dalam waktu lama, layar enak
dipandang, dan sistem pendingin bekerja cukup senyap. Hal-hal seperti ini
sering kali justru menjadi penentu kepuasan jangka panjang, bukan hanya angka
spesifikasi.
Menurut saya pribadi, performa
tinggi akan terasa sia-sia jika laptop tidak nyaman digunakan sehari-hari. Di
titik ini, ASUS terlihat cukup konsisten menjaga keseimbangan antara performa,
desain, dan kenyamanan.
Dari pengalaman saya mencoba
langsung di Makassar, satu hal yang paling terasa adalah bagaimana ASUS
berusaha menghadirkan teknologi yang semakin dekat dengan kebutuhan pengguna.
Baik melalui laptop AI yang mendukung produktivitas harian maupun laptop
gaming terjangkau yang tetap serius soal performa, semuanya terasa
dirancang agar mudah diakses oleh lebih banyak orang.
Bagi saya pribadi, kehadiran ASUS di Makassar bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan bukti bahwa inovasi tidak harus selalu mahal atau rumit. Dengan pilihan laptop yang beragam, ASUS memberi ruang bagi pengguna untuk memilih perangkat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka, baik untuk bekerja, belajar, maupun bermain game.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar