w

Pengertian Diferensiasi Jenis Kelamin

Pengertian Diferensiasi Jenis Kelamin (S3x Differentiation) - Diferensiasi jenis kelamin merupakan pembedaan manusia berdasarkan perbedaan jenis kelamin, yaitu lakilaki dan perempuan. Dalam masyarakat, pembedaan ini cenderung pada pengertian gender, yaitu pembedaan antara laki-laki dan perempuan secara budaya.

Pengertian Diferensiasi Jenis Kelamin


Pembedaan ini cenderung pada pembedaan peranan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya dalam suatu keluarga, peranan seorang laki-laki sebagai kepala keluarga, sedangkan perempuan adalah sebagai ibu rumah tangga atau yang bertugas mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tangga. Sebagai kepala keluarga, seorang laki-laki berkewajiban mencari nafkah untuk keluarganya, mencintai anak istrinya, serta bertanggung jawab atas pendidikan anakanaknya. Sementara itu seorang perempuan sebagai ibu rumah tangga berkewajiban untuk membantu suami dan mengasuh anak-anaknya, serta mempersiapkan kebutuhan keluarga.

Di samping itu, perbedaan penilaian antara laki-laki dan perempuan dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.

  • Secara biologis, fisik pria relatif lebih kuat di-bandingkan dengan fisik perempuan. Hal ini berkaitan dengan produktivitas fisik, terutama dalam hal pekerjaan.
  • Secara psikologis, mendidik dan membesarkan anak perempuan relatif lebih sulit dan berat dibandingkan dengan anak laki-laki. Mendidik anak perempuan apabila terlalu protektif, anak akan menjadi tertekan, namun apabila terlalu longgar, si anak akan terjebak dalam pergaulan bebas yang akan merugikan dirinya sendiri.
  • Adanya pandangan bahwa anak laki-laki adalah penerus garis keturunan keluarga. Pandangan semacam ini, lebih khusus ada dalam masyarakat yang menganut sistem kekerabatan patrilineal, di mana lakilaki memang menjadi penerus garis keturunan keluarga. Contohnya pada masyarakat Jawa dan Batak.


Perbedaan tersebut adakalanya menimbulkan konflik peranan antara laki-laki dan perempuan. Konflik peranan tersebut terjadi karena adanya perbedaan sosial antara lain jenis, hak-hak, dan kewajiban yang dijalankan sehubungan dengan kedudukan yang dimilikinya sering bertentangan. Konflik peranan antara laki-laki dan perempuan dapat dibedakan atas konflik intern
individual atau konflik pribadi dan konflik antarindividual atau konflik antarperanan.

a) Konflik Intern Individual atau Konflik Pribadi
Konflik pribadi ini misalnya seorang polisi lalu lintas yang harus menangkap anak perempuannya sendiri karena telah melanggar rambu-rambu lalu lintas. Berdasarkan contoh tersebut terlihat adanya konflik peranan yang dialami oleh si ayah yang berstatus sebagai polisi yang harus menangkap orang yang melanggar lalu lintas, sementara itu sebagai seorang ayah ia harus membela dan melindungi anaknya.

b) Konflik Antarindividual atau Konflik Antar– peranan
Konflik antarperanan ini misalnya seorang suami yang bertengkar dengan istrinya mengenai pem-berian uang jajan pada anaknya. Suami menghendaki agar anaknya diberi uang jajan yang banyak agar tidak merasa rendah diri, sedangkan istrinya berpendapat agar anaknya diberi uang jajan sedikit saja, karena sudah membawa bekal dari rumah. Berdasarkan contoh tersebut terlihat adanya konflik peranan antara suami dan istri yang keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap si anak. Tetapi karena prinsip mereka berbeda, menyebabkan terjadinya konflik peranan.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 08.11

Pengertian Diferensiasi Ras (Racial Differentiation)

Pengertian Diferensiasi Ras (Racial Differentiation) - Ras adalah pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama, seperti warna dan bentuk rambut, warna kulit, bentuk hidung, bentuk bibir, ukuran tubuh, ukuran kepala, warna bola mata, dan lain sebagainya. Menurut Banton, ras merupakan suatu tanda peran, perbedaan fisik yang dijadikan dasar untuk menetapkan peran yang berbeda-beda.

Hasil gambar untuk Pengertian Diferensiasi Ras (Racial Differentiation)
Pengertian Diferensiasi Ras (Racial Differentiation)

Ditambahkannya, ras dapat didefinisikan secara fisik dan sosial. Secara fisik meliputi kondisi fisik yang tampak, seperti warna kulit, bentuk tubuh, dan lain-lain, sedangkan secara sosial menyangkut peran dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan. Namun dalam perkembangannya, kita lebih membatasi pengertian ras hanya dilihat dari sudut pandang biologis atau fisik saja.

Namun demikian, pembagian ras ini bukan berarti tidak akan menimbulkan permasalahan. Salah satu penyebab masalah sosial tentang ras adalah adanya prasangka ras yang merupakan salah satu aspek dari etnosentrisme, yaitu suatu sifat manusia yang menganggap bahwa cara hidup golongannya adalah paling baik, sedangkan cara hidup golongan lain dianggap tidak baik dan kadangkadang disertai dengan perasaan menentang golongan lain.

Joseph Arthur Gibernean mengemukakan bahwa ada beberapa pandangan yang dapat menimbulkan prasangka terhadap perbedaan ras, yaitu sebagai berikut.
  • Suku bangsa liar dapat hidup pada peradaban yang tinggi, apabila bangsa tersebut menciptakan cara hidup lebih tinggi daripada ras yang sama.
  • Suku bangsa liar selalu biadab, meskipun pada waktu silam pernah mengadakan hubungan dengan bangsa yang lebih tinggi peradabannya.
  • Ras yang berbeda tidak dapat saling memengaruhi.
  • Adanya peradaban yang saling memengaruhi dengan kuat, dan peradaban itu tidak akan bercampur.


Menurut A. L. Kroeber seperti dikutip oleh Koentjaraningrat, pembagian ras di dunia dibedakan atas ras Mongoloid, ras Negroid, ras Caucasoid, dan ras-ras khusus yang tidak dapat diklasifikasikan ke dalam ketiga ras itu (ras Mongoloid, ras Negroid, dan ras Caucasoid).
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 08.07

Fungsi Sistem Operasi

Fungsi Sistem Operasi - Sistem operasi berfungsi sebagai penghubung antara perangkat keras dan program aplikasi sehingga keduanya dapat berfungsi dengan baik secara bersamaan. Di dalam sistem operasi terdapat empat komponen, yaitu:

● mekanisme boot, yaitu meletakkan kernel ke dalam memory
● kernel, yaitu inti dari sebuah sistem operasi
● command interpreter atau shell yang bertugas membaca input dari pengguna
● library atau pustaka yang berfungsi menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar
yang dapat dipanggil oleh aplikasi

Sampai dengan saat ini, ada tiga sistem operasi utama yang banyak digunakan dalam sistem komputer, yaitu:
● Sistem operasi dari keluarga UNIX , seperti Linux, FreeBSD, Solaris
● Macintosh atau MacOS
● Microsoft Windows

Ada ratusan jenis sistem operasi Linux, bergantung pada distribusi atau distro yang digunakan. Contoh distro sistem operasi Linux yang terkenal adalah RedHat, Centos, Mandriva, Fedora, SuSE, Slackware, Debian, BlankOn , IGOS, Ubuntu, Xubuntu, Edubuntu, Kubuntu, dan Slackware.

Sistem operasi Linux memiliki dua antarmuka atau interface untuk proses input output, yaitu modus CLI (command line interface) dan modus Xwindow system (grafis). Dalam modus CLI, perintah Linux diinputkan dengan mengetikkan baris-baris perintah secara manual. Dalam Xwindow system, perintah Linux diinputkan menggunakan mouse dengan cara menekan tombol-tombol (ikon) yang ada di layar komputer. Contoh Xwindow system yang digunakan dalam sistem operasi Linux adalah:
● Gnome
● KDE
● Enlightenment
● Afterstep
● Blackbox
● IceWM
● FVWM
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 07.06

Pengertian Window Manager dan Penjelasannya

Pengertian Window Manager dan Penjelasannya - Antarmuka sistem operasi Linux awalnya sangatlah sederhana, tidak seperti yang sekarang kenal. Linux versi-versi awal hanya menggunakan CLI (command line interface). Hal ini tentu menyulitkan pengguna komputer yang sudah terbiasa dengan sistem operasi berbasis grafis untuk beradaptasi. Berkat kegigihan para pengembang Linux dan komunitasnya, sekarang tampilan desktopnya sangat menarik dan beraneka ragam. Tampilan desktop yang beraneka ragam ini kita kenal dengan istilah GUI atau Graphical User Interface. Dengan GUI, Anda dapat dengan mudah bekerja di Linux. Penggunaan mouse dan menu membuat pekerjaan dapat lebih cepat Anda selesaikan.

Desktop Linux menggunakan X Window System. X Window System adalah interface grafis handal yang mendukung banyak aplikasi serta merupakan standar industri untuk sistem grafis pada mesin-mesin Linux. Kode sumbernya pertama kali diterbitkan oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) Consortium. Versi X Window untuk Linux dikenal dengan nama Xfree86.

Jika Anda perhatikan, tampilan X Window System di Linux sangat beragam, mirip dengan skin. Namun, X Window sebenarnya bukanlah skin atau desktop theme (sebuah program aplikasi yang berfungsi menghias atau mengubah tampilan agar lebih artistik). Masingmasing X Window System memiliki perbedaan, baik dari segi tampilan grafis, maupun dari aplikasi yang disertakannya. Berikut ini adalah beberapa contoh X Window atau window manager yang digunkan di Linux beserta tampilannya.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 07.04

Prinsip Belajar

Prinsip belajar - Menurut Suprijono (2009, halaman 4-5), prinsip-prinsip belajar terdiri dari tiga hal, pertama, prinsip belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil belajar yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Prinsip Belajar


  1. Sebagai hasil tindakan rasional instrumental, yaitu perubahan yang disadari.
  2. Kontinu atau berkesinambungan dengan perilaku lainnya
  3. Fungsional atau bermanfaat sebagai bekal hidup
  4. Positif atau berakumulasi
  5. Aktif sebagai usaha yang direncanakan dan dilakukan
  6. Permanen atau tetap, sebagaimana dikatakan oleh Wittig, belajar sebagai “any relatively permanent change in an organisms behavioral reportoire that accurs as a result of experience”.
  7. Bertujuan dan terarah
  8. Mencakup keseluruhan potensi kemanusiaan

Kedua, belajar merupakan proses. Belajar terjadi karena dorongan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Belajar adalah proses sistemik yang dinamis, konstruktif, dan organik. Belajar merupakan kesatuan fngsional dari berbagai komponen belajar. 

Ketiga, belajar merupakan bentuk pengalaman. Pengalaman pada dasarnya adaah hasil interaksi antara peserta didik dan lingkungannya. William Burton mengemukakan, “A good learning situation consist of a rich and varied series of learning experiences unified around a virgorous purpose and carried on in interaction with a rich varied and propocative environtment”.

Thanks Sitirogayah.com

Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 07.28

Pengertian Budaya Politik Partisipatif

Pengertian Budaya Politik Partisipatif - Partisipasi berarti ikut serta dalam suatu usaha bersama dengan orang lain untuk kepentingan bersama. Budaya politik partisipatif adalah salah satu jenis budaya politik bangsa. Budaya politik partisipatif sebangun atau selaras dengan sistem politik demokrasi. 

Pengertian Budaya Politik Partisipatif


Ciri-ciri warga yang berbudaya politik partisipatif, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Warga memiliki kesadaran untuk taat pada peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan tanpa perasaan tertekan;
  • Warga menyadari adanya kewenangan atau kekuasaan pemerintah;
  • Warga memiliki kesadaran akan peran, hak, kewajiban, dan tanggung jawabnya selaku warga negara;
  • Warga memiliki pengetahuan dan kepekaan yang cukup terhadap masalah atau isu-isu mengenai kehidupan politik negaranya; dan
  • Warga mampu dan berani memberi masukan, gagasan, tuntutan, kritik terhadap pemerintah.


Menurut Ramlan Surbakti, partisipasi politik adalah keikutsertan warga dalam politik atau politik memengaruhi hidupnya. Ciri-ciri politik partisipatif adalah sebagai berikut.


  1. Kegiatan itu diarahkan untuk memengaruhi pemerintah selaku pembuat danpelaksana putusan politik.
  2. Kegiatan yang berhasil (efektif) ataupun yang gagal memengaruhi pemerintah termasuk dalam konsep partisipasi politik. 
  3. Kegiatan itu merupakan kegiatan atau perilaku luar individu warga negara biasa yang dapat diamati, bukan perilaku batiniah berupa sikap dan orientasi.
  4. Kegiatan memengaruhi pemerintah dapat dilakukan baik melalui prosedur wajar (konvensional) dan tidak berupa kekerasan (nonviolence) seperti mengajukan petisi, mengikuti prosedur yang wajar dan tidak berupa kekerasan, seperti demonstrasi, mogok, serangan bersenjata.
  5. Kegiatan memengaruhi pemerintah dapat dilakukan secara langsung atau secara tidak langsung. Kegiatan langsung berarti individu memengaruhi pemerintah tanpa menggunakan perantara, sedangkan kegiatan tidak langsung berarti individu memengaruhi pemerintah melalui pihak lain yang dianggap mampu meyakinkan pemerintah.


Partisipasi yang baik adalah partisipasi yang mendukung suksesnya usaha bersama. Kualifikasi partisipasi mendukung suksesnya usaha bersama. Kualifikasi partisipasi yang baik adalah positif, kreatif, realistis, kritis-korektif-konstruktif.

  • Partisipasi positif merupakan partisipasi yang mendukung kelancaran usaha bersama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  • Partisipasi kreatif adalah keterlibatan yang berdaya cipta, tidak hanya mengikuti begitu saja suatu kegiatan yang direncanakan pihak lain, tidak hanya melaksanakan instruksi atasan, melainkan memikirkan sesuatu yang baru.
  • Partisipasi realistis berarti keikutsertaan dengan memperhitungkan kenyataan baik kenyataan dalam masyarakat maupun kenyataan mengenai kemampuan pelaksana kegiatan, waktu yang tersedia, kesempatan, dan keterampilan para pelaksana.
  • Partisipasi kritis-korektif-konstruktif berarti keterlibatan yang dilakukan dengan mengkaji suatu bentuk kegiatan, menunjukkan kekurangan atau kesalahan dan memberikan alternatif yang lebih baik.


Agar partisipasi itu dapat dilakukan dan berguna, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, antara lain adalah sebagai berikut.

  • kesediaan untuk ikut memikul beban dan akibat kegiatan atau usaha bersama yang berupa tenaga, harta, dan bea, serta kesediaan untuk menikmati hasil kegiatan bersama itu;
  • kemauan dan kemampuan untuk ambil bagian dalam salah satu atau beberapa tahap dalam proses kegiatan tertentu, dalam satu atau beberapa aspek tertentu;
  • kemauan dan kemampuan untuk memahami seluk beluk usaha bersama yang sedang atau akan dilakukan.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 07.26

Pengertian Nabi dan Rasul

Pengertian Nabi dan Rasul - Para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan Nabi dan Rasul-Nya. Ada yang berpendapat bahwa Nabi adalah orang yang diberi wahyu oleh Allah Swt, namun tidak diberi tugas untuk menyampaikan wahyu itu kepada manusia. Rasul adalah orang yang diberi wahyu, sekaligus diberi tugas untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada manusia. Pendapat seperti ini lemah.

Pendapat yang kuat dan lebih benar adalah pendapat yang dinyatakan oleh Imam Abu Hanifah dalam Kitab Fiqh Al-Akbar. Menurut beliau, Nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya syariat Rasul sebelumnya, dan dia diperintahkan untuk menyampaikan syariat itu kepada suatu kaum tertentu.

Contohnya adalah nabi-nabi dari kalangan Bani Israel yang diutus oleh Allah Swt antara Nabi Musa dan Nabi Isa As. Imam Bai awi dalam kitab tafsirnya menyatakan, “Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan membawa syariat baru untuk mengajak manusia kepada-Nya. Sedangkan Nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syariat Rasul-rasul sebelumnya”. Berdasarkan pengertian ini dapat disimpulkan bahwa Nabi Musa as, adalah seorang Nabi sekaligus Rasul. Adapun Nabi Harun As hanyalah seorang Nabi, bukan Rasul. Sebab, Nabi Harun As tidak diberi syariat baru. Nabi Muhammad Saw adalah seorang Nabi dan Rasul. Sebab, beliau diberi syariat baru.
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 06.48
Back to top