Rabu, 25 Maret 2015

Pengertian Dekomposer

| Rabu, 25 Maret 2015
Pengertian Dekomposer - Dekomposer merupakan mahluk hidup yang memperoleh makanannya dengan cara menguraikan senyawa-senyawa organik yang berasal dari mahluk hidup yang telah mati (bangkai). Dalam hal ini, dekomposer berperan mengembalikan materi kelingkungan abiotik dan digunakan kembali oleh tumbuhan hijau contoh dekomposer adalah jamur dan bakteri.

Peran Jamur sebagai Dekomposer

Dekomposer

Dekomposer mempunyai peranan yang penting dalam ekosistem. Hewan atau tumbuhan yang mati akan diuraikan dan dikembalikan ke tanah sehingga menjadi unsure hara/ zat anorganik yang penting untuk perkembangan tumbuhan. Selain itu aktivitas pengurai juga dapat menghasilkan gas karbondioksida yang sangat berguna untuk proses fotosintesis. 

Populasi mikroba tanah yang terdiri atas alga biru-hijau, fitoplankton, bakteri, cendawan, dan aktinomiset pada permukaan dan lapisan olah tanah mencapai puluhan juta setiap gram tanah, yang merupakan bagian integral dan pembentuk kesuburan tanah pertanian. Proses daur ulangsecara alamiah di permukaan dan lapisan olah tanah yang sangat penting bagi kegiatan pertanian tidak terjadi tanpa aktivitas mikroba. Manfaat mikroba dalam usaha pertanian belum disadari sepenuhnya, bahkan sering diposisikan sebagai komponen habitat yang merugikan, karena pandangan umum terhadap mikroba lebih terfokus secara selektif pada mikroba patogen yang menimbulkan penyakit pada tanaman.

Padahal sebagian besar spesies mikroba merupakan mikroflora yang bermanfaat, kecuali beberapa jenis spesifik yang dapat menyebabkan penyakit bagi tanaman. Pada lahan sawah yang tergenang air terdapat lebih dari 20 jenis bakteri fiksasi N dari udara yang hidup secara bebas (Watanabe 1978). Mikroba lain berfungsi sebagai perombak bahan organik (dekomposer), nitrifikasi, denitrifikasi, pelarut fosfat, dan lain-lain.

Dekomposer mendapatkan nutrisi dan energi dengan memecah organisme mati dan kotoran hewan. Melalui proses ini, pengurai melepaskan nutrisi, seperti karbon dan nitrogen, kembali ke lingkungan. Nutrisi ini didaur ulang kembali ke ekosistem sehingga produsen dapat menggunakannya. Mereka diteruskan ke organisme lain ketika mereka dimakan atau dikonsumsi. Banyak dari nutrisi ini didaur ulang kembali ke dalam tanah, sehingga mereka dapat diambil oleh akar tanaman.

Stabilitas suatu ekosistem tergantung pada tindakan dekomposer. Contoh dekomposer termasuk jamur pada kayu yang membusuk. Bakteri dalam tanah juga pengurai. Bayangkan apa yang akan terjadi jika tidak ada pengurai. Limbah dan sisa-sisa organisme mati akan menumpuk dan nutrisi dalam organisme limbah dan mati tidak akan dilepaskan kembali ke ekosistem. Produsen tidak akan memiliki cukup nutrisi. Karbon dan nitrogen yang diperlukan untuk membangun senyawa organik, dan kemudian sel-sel, yang memungkinkan organisme untuk tumbuh, tidak akan cukup. Nutrisi lain yang diperlukan untuk suatu organisme untuk berfungsi dengan baik juga tidak akan cukup. Pada dasarnya, banyak organisme tidak akan ada.


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar