Pengertian Ekosistem Terestrial

Pengertian Ekosistem Terestrial - Ekosistem terestrial (darat) adalah suatu tipe ekosistem yang sebagian besar lingkungan fisiknya berupa daratan. Ekosistem terestrial memiliki bagian daerah yang luas dengan habitat dan komunitas tertentu, disebut bioma. Pada ekosistem darat terdapat enam tipe bioma, yaitu bioma hutan musim, padang rumput, gurun, taiga, tundra, dan hutan hujan tropik.

Ekosistem Terestrial (Darat)


Ekosistem Terestrial

Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu. Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.

Dalam ekosistem darat, kategori utama bentuk kehidupan termasuk burung (Aves) dengan lebih dari 8.000 spesies, mamalia (Mammalia) dengan sekitar 4.000 spesies dan serangga dengan sekitar 900.000 spesies. Kategori tanaman termasuk tanaman berbunga (Magnoliophyta) dengan sekitar 275.000 spesies, lumut dengan sekitar 24,000 spesies dan runjung dengan sekitar 500 spesies.

Ekosistem darat terdiri dari komponen abiotik dan komponen biotik yang berada di daratan. Ekosistem darat, misalnya hutan, padang rumput, dan gurun pasir. Di dalam tiap-tiap ekosistem tersebut terdapat interaksi antar komponen ekosistem.
  1. Hutan Musim. Bioma daratan yang berada di belahan timur Amerika Utara dikenal dengan bioma hutan musim atau hutan gugur. Pemberian nama bioma tersebut adalah berdassarkan ciri-ciri umum dari ekosistem atau berdasarkan vegetasi yang dominant. Pada bioma hutan musim ditemukan tumbuhan bercirikan pohon keras seperti oak (Quercus sp.), beach, dan maple (Acer saccharinum), yang menggugurkan daunnya pada musim gugur. Adapun jenis hewan yang menghuni bioma tersebut antara lain rusa, musang, dan salamander.
  2. Padang Rumput. Di sebelah barat dari hutan musim di Amerika Utara terdapat bioma padang rumput. Curah hujan bioma padang rumput tidak banyak memberikan dukungan bagi pertumbuhan tumbuhan. Penyebabnya adalah pada daerah tersebut terdapat aliran sungai yang panjang sehingga air tersedia dalam jumlah yang besar. Vegetasi dominan dalam bioma padang rumput adalh bermacam-macam spesies rumput-rumputan. Hewan yang ditemukan di daerah tersebut antara lain bison, anjing padang rumput, antelope, belalang, dan ular. Soatu bioma yang mirip dengan sebutan sabana. Sabana adalah tipa bioma yang banyak teradapat di Amerika Selatan. Tumbuhannya terdiri atas rumput dan pohon-pohon yang menyebar. Tipe bioma ini memiliki musim kering dan musim basah.
  3. Gurun. Gurun terdapat di belahan bumi sekitar 20° - 30° lintang utara dan lintang selatan. Curah hujan di gurun rendah, yaitu kurang dari 25 cm per tahun. Kehidupan organisme di gurun beradaptasi dengan lingkungannya yang kering. Vegetasinya terdiri dari berbagai balukar akasia, tumbuhan sukulen, dan kaktus. Hewan yang banyak terdapat di gurun antara lain belalang, buurung pemangsa serangga, dan kadal. Umunya hewan-hewan gurun melakukan kegiatan pada malam hari (nokturnal). Contoh bioma gurun adalah gurun Gobi di Asia, gurun Sahara di Afrika, dan gurun Anzo Borrego di Amerika.
  4. Taiga. Taiga terdapat di wilayah utara hutan gugur subtropics dan juga di pegunungan tropis. Cirri iklim taiga adalah musim dingin yang panjang. Hujan turun hanya pada musim panas. Taiga merupakan hutan pinus (koifer) yang selalu hijau. Taiga terdapat di Amerika Utara, juga pada dataran tinggi di berbagai wilayah. Hewan yang hidup di taiga antara lain beruang hitam dan serigala
  5. Tundra. Di sebelah utara dari bioma taiga terdapat suatu wilayah yang dikenal sebagai bioma tundra. Karakteristik bioma tundra sangat ekstrem, yaitu lama musim dinginnya lebih panjang daripada musim panas. Dalam kondisi demikian sangat sedikit ditemukan jenis tumbuhan dan hewan yang hidup di sana. Tumbuhan yang terutama berupa lumut (liken), dan tumbuhan semusim yang tumbuh cepat selama musim tumbuh. Hewan yang menghuni bioma tundra antara lain rusa kutub (karibu), serigla, ajag, burung hantu salju, tikus, dan beberapa jenis serangga
  6. Hutan Hujan Tropik. Bioma hutan hujan tropik adalah akhir dari spectrum iklim bioma tundra. Bioma hutan hujan tropic, terutama terdapat dekat ekuator di Amerika Selatan dan Amerika Tengah, Afrika, bagian selatan Asia, serta pulau di kepulauan Pasifik. Bioma hutan hujan tropic ditandai dengan suhu yang tinggi, hujan turun hamper setiap hari, dan memiliki ribuan spesies tumbuhan dan hewan. Tumbuhan tumbuh subur dengan cabang-cabang berdaun lebat sehingga membentuk tudung atau kanopi.
  7. Savana. Savana terdapat di wilayah sekitar khatulistiwa, dengan curah hujan lebih rendah daripada hutan hujan tropis (sekitar 90 – 150 cm per tahun). Vegetasi savanna didominasi oleh rumput dengan semak dan pohon yang tumbuh terpencar. Hewan yang hidup di savana adalah berbagai jenis serangga seperti belalang, kumbang, rayap, herbivore, dan karnivora. Di Kenya (Afrika) terdapat savanna yang di dalamnya hidup gajah, jerapah, zebra, dan singa. Di Indonesia, savana terdapat di Sumbawa (NTB).
Written by: Budianto
Biologi Online, Updated at: 18.36

Ditulis Oleh : gunawan graha ~ Budhii Weblog

Budianto Anda sedang membaca artikel berjudul Pengertian Ekosistem Terestrial yang ditulis oleh Pengertian ILMU yang berisi tentang : Dan Maaf, Anda tidak diperbolehkan mengcopy paste artikel ini.

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Pengertian ILMU

0 komentar:

Posting Komentar

Back to top